Kunjungi HST, Wamenko Pangan RI Hanif Faisol Dorong Percepatan Swasembada Pangan Nasional

Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan lapangan strategis ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Senin (15/6/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi potensi lokal.

Dalam arahannya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa ketahanan pangan harus menjadi perhatian dan komitmen bersama seluruh elemen bangsa. Langkah serius ini diperlukan agar Indonesia dapat segera mandiri dan tidak terus-menerus terjebak dalam ketergantungan terhadap komoditas bahan pangan impor.

Hanif menilai Provinsi Kalimantan Selatan memiliki modal sektor agraris yang sangat melimpah untuk dikembangkan secara maksimal. Bumi Lambung Mangkurat dianggap sangat siap menjalankan amanat Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kawasan Swasembada Pangan Indonesia.

Mantan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan ini juga mendorong pemerintah daerah untuk terus mematangkan inovasi pangan, termasuk pada sektor peternakan komoditas unggulan. Salah satu yang disorot adalah potensi hilirisasi daging dan telur itik lokal yang dinilai memiliki cita rasa khas serta nilai ekonomi menjanjikan.

Menanggapi kunjungan tersebut, Bupati HST Samsul Rizal menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas perhatian besar dari pemerintah pusat. Samsul menjelaskan bahwa Kabupaten HST merupakan daerah agraris murni dengan sektor pertanian sebagai urat nadi penggerak utama perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data makroekonomi daerah, sektor pertanian tercatat memberikan kontribusi besar mencapai 23,4 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten HST. Guna mendongkrak performa tersebut, pemerintah daerah terus mengucurkan berbagai program stimulus taktis pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Sepanjang tahun anggaran 2025 hingga 2026 berjalan, Pemkab HST dilaporkan telah sukses merealisasikan pembangunan 35 titik jalan usaha tani serta merehabilitasi delapan jaringan irigasi sekunder. Infrastruktur ini dibangun untuk mempermudah mobilisasi hasil panen dan menjamin pasokan air ke sawah milik warga.

Selain infrastruktur fisik, Pemkab HST juga menyalurkan bantuan stimulan berupa pupuk organik untuk 9.000 hektare lahan sawah serta benih padi inbrida berkualitas seluas 1.500 hektare. Para petani juga difasilitasi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern, mulai dari traktor roda dua, mesin rotavator, hingga mesin perontok padi otomatis.

Di sektor peternakan, lompatan keberhasilan nyata berhasil ditunjukkan oleh Kelompok Tani Jaya Bersama di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS). Kelompok tani ini sukses menerapkan inovasi metode “SITI HAWA LARI”, sebuah sistem integrasi tata kelola ternak itik di lahan rawa dan lahan kering.

Melalui penerapan sistem integrasi tersebut, kawasan ini bertransformasi menjadi salah satu sentra peternakan itik terbesar di HST dengan populasi menembus angka 36 ribu ekor. Produktivitas klaster ini juga sangat impresif dengan mencatatkan produksi telur hingga 27 ribu butir per hari yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga.

Bupati Samsul Rizal berharap kehadiran perwakilan kabinet pusat ini dapat semakin mempererat jalinan kolaborasi program pembangunan dari hulu ke hilir. Pemkab HST mengaku optimistis, lewat dukungan anggaran dan kebijakan pusat, Bumi Murakata siap menjadi pilar utama penopang kemandirian pangan nasional.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar