Banjarbaru, Peloporkalimantan – Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan agar pelayanan kepada masyarakat tidak dipersulit saat menyalurkan paket sembako kepada warga di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Jumat (27/02/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan tersebut diwarnai suasana hangat dan penuh empati.
Sebanyak 100 warga dari kalangan dhuafa, janda, dan lanjut usia menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Wali Kota. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada tiga perwakilan penerima sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap kondisi sosial masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Dalam sambutannya, Lisa menyampaikan keinginannya untuk bertatap muka langsung dengan warga sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
“Ulun ingin langsung bertatap muka kepada buhan pian-pian, dan alhamdulillah hari ini terealisasi dilaksanakan. Kami dari Pemerintah Kota Banjarbaru menginginkan bantuan harus disalurkan tepat sasaran dan yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kepada jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, aparatur yang bersentuhan langsung dengan warga harus hadir dan peka terhadap kondisi sosial di wilayah masing-masing.
“Mudahkan dan ringankan urusannya, jangan dipersulit,” tegasnya.
Lisa meminta para lurah turun langsung membantu masyarakat dan tidak mengabaikan warga yang membutuhkan, terutama lansia yang hidup sendiri tanpa pendampingan keluarga.
Tidak hanya menyerahkan bantuan, Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga. Tiga perwakilan lansia menyampaikan aspirasi terkait layanan kesehatan, kebutuhan bantuan rutin, serta perhatian bagi warga lanjut usia. Dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban, didampingi camat dan lurah setempat.
Wali Kota berjanji menindaklanjuti berbagai masukan tersebut agar solusi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya memperkuat jaringan pengaman sosial sekaligus membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, agar pembangunan kota berjalan inklusif dan dirasakan seluruh lapisan warga.









