Balangan, Peloporkalimantan – Sebuah inovasi edukasi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Angkringan British hadir di Kabupaten Balangan. Mengusung konsep “Eat, Chill, Learn”, wadah ini menggabungkan aktivitas kuliner dengan ruang belajar bahasa Inggris yang santai, interaktif, dan inklusif.
Inovator Angkringan British, Annisa Norrahmah, menjelaskan pada Selasa (28/7/2026) bahwa gagasan ini berawal dari masih rendahnya kemampuan berbahasa Inggris masyarakat setempat. Hambatan seperti biaya kursus yang mahal dan kurangnya ruang untuk praktik melatarbelakangi lahirnya inovasi nonformal tersebut.
Keunikan program ini terletak pada metode experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung. Masyarakat tidak hanya memperoleh kelas bahasa Inggris gratis setiap hari Minggu, tetapi juga diajak langsung menggunakan bahasa Inggris saat bertransaksi jual beli jajanan.
Selain itu, Angkringan British turut menerapkan terobosan pendukung seperti penggunaan nama menu berbahasa Inggris, sistem British Card untuk diskon belanja, hingga pola konsinyasi dengan pelaku UMKM lokal. Usaha ini bahkan berhasil mencapai titik impas (BEP) hanya dua bulan sejak beroperasi.
Sejak pertama kali diluncurkan pada awal 2024, Angkringan British telah memberikan dampak nyata kepada lebih dari 600 peserta. Program ini terbukti mampu membuka lapangan kerja baru bagi mahasiswa dan ibu rumah tangga serta menggerakkan roda ekonomi daerah.
Annisa berharap keberadaan Angkringan British dapat terus berkembang untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Balangan. Konsep ini diharapkan menjadi inspirasi sinergi antara dunia pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi daerah.








