Barabai, PeloporKalimantan.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) Tahun 2025, Jumat (12/9/2025). Agenda ini diawali dengan kunjungan lapangan ke SDN 1 Barabai Timur, kemudian dilanjutkan evaluasi program di Pendopo Bupati HST.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyebut program SBI merupakan strategi penting untuk menyiapkan generasi daerah agar mampu bersaing secara global. “Bahasa Inggris kini menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki anak-anak kita. Program ini bukan sekadar inovasi, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, terbitnya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur alokasi 72 jam pelajaran Bahasa Inggris per tahun untuk SD kelas 3–6 semakin memperkuat implementasi program. Monev juga dirancang untuk menilai capaian, memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, menyusun strategi lanjutan, serta meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan SBI.
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah melalui berbagai tahapan, mulai dari kerja sama dengan Briton English Education, pelatihan guru, pengiriman guru ke Melbourne untuk ToT (2023), hingga studi tiru ke Bali (2024). Tahun 2025, HST bahkan dipercaya tampil sebagai pembicara di Cambridge Leadership Summit Asia Pasifik di Jakarta serta menerima kunjungan delegasi Cambridge University Press and Assessment dari Inggris.
Hingga kini, 75 guru lokal telah mengikuti pengimbasan dari alumni ToT Melbourne, yang menjadi bukti keberhasilan HST mencetak pelatih lokal untuk memperluas manfaat program ke sekolah lain. Tahun depan, program akan memasuki tahap baru, termasuk peresmian UPT Bahasa, pengimbasan Batch II, dan ujian internasional bagi siswa SD dan SMP.
“Apresiasi dari pemerintah pusat adalah bukti nyata kerja keras semua pihak. Kami akan menindaklanjuti hasil Monev ini agar pelaksanaan program semakin baik dan berkelanjutan,” tegas Anhar.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati HST Samsul Rizal, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, pejabat provinsi, mitra strategis Briton English Education, serta 186 peserta dari berbagai kalangan.









