BANJARBARU – Calon Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, menjawab berbagai aspirasi anak muda mengenai pengembangan UMKM dan sektor pertanian dalam acara bertajuk “Bu Lisa Menyapa” yang diselenggarakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Acara ini berlangsung di sebuah kafe di Jalan Panglima Batur pada Selasa (29/10/2024) malam.
Lia, perwakilan generasi milenial di Banjarbaru, mengungkapkan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM pemula terkait pemasaran produk. “Saat ini, UMKM bukan hanya terkendala modal, tapi lebih pada pemasaran. Apakah ada program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM dari Ibu?” tanyanya.
Selain itu, Khadijah mengajukan pertanyaan seputar upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar sektor pajak. “Apakah Ibu Lisa punya rencana untuk mengembangkan sektor-sektor lain guna meningkatkan PAD?” ucapnya.
Ridwan dan Sayid Muhammad turut menyampaikan aspirasi mereka dalam diskusi bersama calon Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, pada acara “Bu Lisa Menyapa”. Ridwan mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan sektor pertanian, terutama karena semakin sedikit anak muda yang berminat menjadi petani. “Sekarang, banyak anak muda enggan jadi petani karena stigma negatif. Bagaimana Ibu akan mendukung dan mengembangkan sektor pertanian?” tanyanya.
Sayid Muhammad, seorang penggemar seni, menambahkan bahwa Banjarbaru kekurangan ruang untuk aktivitas seni. “Bu, kalau terpilih, apakah Ibu akan menyediakan tempat bagi pemuda Banjarbaru untuk berkegiatan seni? Karena kami sering harus ke Banjarmasin untuk beraktivitas,” ujarnya.
Menanggapi berbagai pertanyaan, Lisa Halaby menjelaskan langkah-langkah yang dirancangnya untuk mendorong minat anak muda di sektor pertanian dan menyediakan ruang bagi kegiatan seni di Banjarbaru.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Lisa Halaby menjabarkan sejumlah program prioritas yang direncanakannya. Terkait UMKM, Lisa berkomitmen menyediakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi pelaku usaha, serta membangun kawasan sentra UMKM sebagai ruang usaha terpadu.
Untuk meningkatkan PAD, Lisa dan timnya akan bekerja sama dengan investor untuk mengembangkan sektor pariwisata lokal yang berpotensi mendongkrak perekonomian daerah.
Di sektor pertanian, Lisa menyatakan fokus pada kesejahteraan petani melalui program bantuan bibit dan pupuk, dukungan dalam pengelolaan hasil pertanian, serta pendampingan proses penyimpanan hingga pengemasan produk agar daya saing meningkat.
Lisa juga berencana membangun pusat kegiatan seni bagi pemuda, sehingga mereka tak lagi perlu ke kota lain untuk beraktivitas. “Ini semua sudah terintegrasi dalam program kami. UMKM akan diberdayakan, PAD akan dimaksimalkan melalui pariwisata, dan kesejahteraan petani akan terus kami dorong,” tegas Lisa, yang juga memimpin Yayasan Abdul Aziz Halaby.
Selain itu, Lisa dan pasangannya, Wartono, berkomitmen membangun fasilitas untuk kegiatan keagamaan dan kepemudaan di Banjarbaru. “Gedung Islamic Center juga bagian dari cita-cita kami, sebagai ruang bagi pemuda dan kegiatan keagamaan. InsyaAllah ini ikhtiar Lisa-Wartono yang siap kami wujudkan,” pungkasnya.









