Kotabaru, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) mengambil langkah nyata dalam memprioritaskan kesehatan aparatur sipilnya. Bekerja sama dengan BKPSDM, BPOM, Bio Farma, dan Glams Klinik, Pemkab Kotabaru menggelar program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) massal yang dipusatkan di Aula H. Ansyari Suryadi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru pada Senin (22/6/2026).
Program proteksi kesehatan yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 22 hingga 23 Juni 2026 ini menyasar sebanyak 250 peserta dari kalangan ASN perempuan beserta anggota keluarga mereka. Agenda kemanusiaan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kotabaru, Ir. Anang Muhammad Zen, didampingi Kepala BKPSDM Kotabaru, Ananta Nurachman.
Vaksinasi massal ini digelar sebagai bagian dari langkah preventif terhadap ancaman kanker leher rahim (serviks) sekaligus menyukseskan Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks yang diinisiasi oleh KORPRI Nasional. Asisten Setda Anang Muhammad Zen menegaskan bahwa tubuh yang sehat merupakan modal utama bagi para abdi negara agar bisa menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berkelanjutan.
Selaku Ketua KORPRI Kabupaten Kotabaru, Anang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh lini instansi dan korporasi farmasi yang telah berkolaborasi menyukseskan acara ini. Menurutnya, KORPRI tidak hanya berperan sebagai wadah organisasi profesi semata, melainkan mengemban tanggung jawab moral dalam mendongkrak kualitas hidup anggotanya melalui pemenuhan fasilitas imunisasi.
Panitia pelaksana dari Kabid Disiplin, Kesejahteraan, dan Informasi (DKI) BKPSDM Kotabaru menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta Keputusan Menteri Kesehatan RI terkait Program Introduksi Imunisasi HPV. Vaksin ini dinilai efektif meminimalisir risiko infeksi virus tumor ganas yang kerap menyerang kaum wanita.
Melalui pemberian stimulus kekebalan tubuh lewat vaksinasi HPV ini, Pemkab Kotabaru membuktikan komitmennya dalam memperkuat aspek jaminan kesehatan birokrasi di Bumi Saijaan. Investasi medis jangka panjang ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif para pegawai untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat dan rutin melakukan skrining kesehatan berkala.








