Dua Tahun Prabowo-Gibran: Modernisasi Alsintan Dipacu untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

Nasional, Peloporkalimantan – Modernisasi sektor pertanian menjadi salah satu pilar strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat ketahanan dan produksi pangan nasional selama dua tahun masa pemerintahan Kabinet Merah Putih. Melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), Kementan terus memacu proses usaha tani agar lebih efisien, produktif, dan adaptif menghadapi dinamika iklim global.

Sepanjang tahun 2026, Kementan telah mendistribusikan sebanyak 86.023 unit alsintan dari berbagai jenis untuk menyokong kegiatan prapanen. Langkah mekanisasi ini diproyeksikan mampu mengakselerasi pengolahan lahan, mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja, serta menekan biaya operasional produksi petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pergeseran dari paradigma tradisional menuju pertanian berbasis teknologi modern merupakan kunci utama dalam mengejar target swasembada pangan nasional.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” tegas Mentan Amran di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Tingkatkan Efisiensi Waktu dan Pangkas Risiko Loss

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, memaparkan bahwa mekanisasi yang presisi dan tepat sasaran berpotensi meningkatkan efisiensi waktu kerja lapangan hingga 97,4 persen. Selain itu, penggunaan alsintan juga terbukti mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sekaligus menekan angka potensi kehilangan hasil (loss) menjadi hanya 3,5–5,5 persen.

“Modernisasi pertanian harus berangkat dari kebutuhan petani dan kondisi lahan. Alsintan yang tepat dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, serta mendukung produktivitas. Karena itu, dukungan peralatan harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar memberikan manfaat berkelanjutan,” jelas Andi.

Ia menambahkan, ragam bantuan alsintan disesuaikan dengan kontur dan kebutuhan lahan di daerah:

  • Traktor Roda 4: Untuk pengolahan lahan hamparan luas.

  • Traktor Roda 2 & Crawler: Ditujukan bagi lahan sempit, terasering, hingga area berlumpur dalam.

  • Pompa Air & Drone: Menyokong ketercukupan irigasi musim kemarau serta pemupukan presisi.

Melalui penguatan mekanisasi yang masif dan berkelanjutan, Kementan optimistis mampu membangun ekosistem pertanian modern yang tangguh guna memastikan ketersediaan pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment