Kotabaru, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Kotabaru secara resmi melepas delegasi kafilah yang akan bertolak menuju ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ke-XXXVII Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, AP., M.AP., di Aula Masjid Apung Siring Laut pada Sabtu (13/6/2026) sore. Kompetisi syiar Islam tingkat provinsi ini dijadwalkan bergulir secara maraton mulai tanggal 18 hingga 26 Juni 2026 mendatang.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kotabaru, Ketua MUI, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para pelatih, Camat Pulau Laut Utara, serta seluruh peserta kafilah. Dalam arahannya, Sekda Eka Saprudin yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kotabaru menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para peserta yang telah berhasil melewati fase seleksi ketat. Menurutnya, terpilihnya para santri ini merupakan sebuah amanah sekaligus bukti nyata bahwa generasi muda Bumi Saijaan memiliki potensi spiritualitas yang luar biasa tinggi.
Eka Saprudin menegaskan bahwa persaingan di tingkat provinsi dipastikan berjalan ketat sehingga membutuhkan fondasi mental yang kuat, disiplin tinggi, dan evaluasi berkelanjutan selama masa karantina. Guna memacu motivasi bertanding para kafilah, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengumumkan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemberian bonus stimulus bagi para peserta yang berhasil membawa pulang gelar juara. Intervensi kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak raihan prestasi dan menaikkan peringkat daerah secara signifikan dibanding pelaksanaan MTQ pada tahun-tahun sebelumnya.
Sejalan dengan target tersebut, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Kotabaru sekaligus Koordinator Kafilah, Drs. H. Bahrudin, melaporkan bahwa total rombongan yang diberangkatkan mencapai 120 orang. Komposisi besar ini tidak hanya melulu berisi jajaran peserta lomba, melainkan turut diperkuat oleh unsur pengarah, penasihat, pelatih pendamping, sekretariat resmi, tim humas dokumentasi, tim monitoring, hingga tim medis kedaruratan. Manajemen tim sengaja dibentuk gemuk untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik, kesehatan, dan konsentrasi para peserta tetap terjaga prima selama masa kompetisi di Barito Kuala.
Bahrudin menambahkan, peta persiapan teknis para peserta telah digarap secara sistematis lewat program pusat pelatihan terpadu atau training center hingga sesi kelas privat yang dimentori langsung oleh dewan hakim tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Langkah pematangan ini krusial untuk membedah detail standar penilaian juri secara presisi. Upacara pelepasan ditutup secara simbolis lewat penyerahan bendera pataka kafilah dari Sekretaris Daerah kepada Ketua Harian LPTQ, yang menandai diserahkannya mandat dan doa restu seluruh elemen masyarakat Kotabaru kepada para pejuang Al-Qur’an tersebut.








