BARABAI, PeloporKalimantan.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas manajemen pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan kunjungan kerja ke Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (31/7/2025).
Kunjungan ini difokuskan pada pembaruan sistem tata kelola kepala sekolah berbasis meritokrasi, data, dan akuntabilitas. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Disdik HST, Muhammad Anhar, bersama pejabat struktural dari seksi GTK jenjang SD dan SMP, dan disambut oleh Kepala BGTK Kalsel, Dian Fajarwati beserta jajaran.
Dalam keterangannya, Muhammad Anhar menegaskan bahwa peningkatan mutu kepala sekolah harus diawali dari sistem pengelolaan yang profesional.
“Kami ingin setiap kepala sekolah di HST menjadi agen perubahan dalam mutu pembelajaran. Untuk itu, proses rotasi dan pengangkatan harus berbasis data dan prinsip meritokrasi,” ungkap Anhar, Minggu (3/8/2025).
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pendalaman Sistem Informasi dan Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK). Platform digital ini dirancang untuk memastikan keputusan manajerial yang objektif dan transparan.
“SIM KSPSTK akan menjadi alat regulatif yang menghindari subjektivitas, sekaligus memastikan semua keputusan berbasis kinerja,” tambahnya.
Pertemuan ini juga membahas rencana asesmen kompetensi bagi seluruh kepala sekolah SD dan SMP di HST. Tak hanya itu, Disdik HST juga menggagas penerapan sistem evaluasi kinerja berbasis 360 derajat, yang memungkinkan kepala sekolah mendapat umpan balik dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua.
“Kami ingin membangun budaya reflektif dalam kepemimpinan sekolah,” tegas Anhar.
Menyambut langkah tersebut, Kepala BGTK Kalsel, Dian Fajarwati, menyatakan dukungannya dan mengapresiasi inisiatif Disdik HST.
“Ini langkah progresif yang patut dicontoh. Kami siap mendampingi penuh dalam pelaksanaan asesmen kompetensi yang sesuai standar nasional,” kata Dian.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
“Kolaborasi ini adalah contoh ideal bagaimana kebijakan pusat dan pelaksanaannya di daerah bisa saling memperkuat demi satu tujuan: pendidikan yang lebih bermutu,” tutupnya.









