Dinkes Balangan Dorong Layanan Jemput Bola dan Digitalisasi Kesehatan

Balangan, Peloporkalimantan.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 menjadi momentum bagi masyarakat Kabupaten Balangan untuk memperkuat kesadaran hidup sehat sekaligus memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di pelosok desa. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H. Ahmad Sauki, menegaskan bahwa HKN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ajakan untuk memperkuat aksi nyata menuju generasi sehat dan masa depan yang lebih baik.

Dalam keterangannya, Ahmad Sauki menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan ingin memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Ia menekankan bahwa kehadiran layanan Home Care menjadi bukti nyata pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung ke rumah masyarakat, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Program Home Care terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2023 tercatat 1.300 kunjungan, kemudian naik menjadi lebih dari 4.000 pada 2024. Hingga September 2025, tercatat 4.646 kunjungan dengan target 5.189 kunjungan hingga akhir Oktober. Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan jemput bola yang dijalankan pemerintah daerah.

Selain Home Care, Dinas Kesehatan Balangan juga memperkuat keberadaan Puskesmas Terpadu dan Berdaya Saing sebagai pusat pelayanan dasar kesehatan di setiap kecamatan. Pengembangan layanan 24 jam, fasilitas gawat darurat, dan rawat inap dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan cepat dan memadai.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Balangan Tahun 2024 mencatat berbagai capaian positif, termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak kepada 1.668 ibu hamil, 1.632 bayi baru lahir, serta 7.629 balita. Pada pengendalian penyakit tidak menular, tercatat 10.488 penderita hipertensi dan 2.979 penderita diabetes melitus mendapat penanganan sesuai standar, sementara 276 warga dengan gangguan jiwa berat memperoleh perawatan rutin.

Di bidang sanitasi lingkungan, capaian rumah tangga dengan akses sanitasi layak meningkat hingga 97,01 persen melalui program Balangan Sanitasi Layak dan Aman (Basalaman), melampaui target 94 persen. Upaya penurunan stunting terus diperkuat melalui program Balangan Lawan Stunting (Balanting) dengan pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pembinaan posyandu. Peningkatan kesehatan pelajar berjalan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sementara sistem Public Safety Center (PSC) 119 dipertegas untuk mempercepat respon keadaan darurat. Digitalisasi data kesehatan juga mempermudah proses pelaporan dan deteksi kasus di lapangan.

Ahmad Sauki mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ia mengajak tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan dunia usaha untuk terus mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

Ia menegaskan bahwa generasi yang sehat menjadi fondasi kuat bagi masa depan Balangan. Momentum HKN, katanya, harus menjadi penggerak bersama menuju Balangan Baharat Bagarak Hancap yang sehat, tangguh, dan berdaya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar