Digi Wave 2025, Menkomdigi Dorong Kolaborasi Jaga Konektivitas Nasional

Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa konektivitas digital kini diposisikan sebagai layanan publik esensial yang berperan penting dalam menjaga keselamatan warga dan keberlangsungan pelayanan publik, terutama dalam situasi krisis. Hal tersebut disampaikannya dalam forum Digi Wave 2025 yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

Meutya menekankan bahwa pengelolaan ruang digital tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama agar kebijakan digital nasional mampu berjalan efektif dan berdampak langsung di lapangan. Menurutnya, regulasi tanpa kepatuhan serta kebijakan tanpa keterlibatan para pemangku kepentingan tidak akan menghasilkan perubahan nyata.

Digi Wave 2025 diposisikan sebagai ruang temu antara arah kebijakan pemerintah dan realitas implementasi di lapangan. Forum ini tidak hanya memotret capaian, tetapi juga menjadi sarana membaca tantangan konektivitas nasional berdasarkan pengalaman konkret di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menyinggung penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Ia mengapresiasi langkah cepat operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XLsmart yang bergerak sejak hari pertama bencana serta menjaga koordinasi intensif selama proses pemulihan.

Berkat kolaborasi tersebut, pemulihan layanan telekomunikasi di Sumatra Barat telah mencapai 99 persen dan hampir 98 persen di Sumatra Utara. Sementara di Aceh, pemulihan fisik infrastruktur mendekati 90 persen, meski layanan aktif baru sekitar 50 persen. Kondisi ini disebut menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan akses komunikasi untuk kebutuhan vital.

Pengalaman lapangan tersebut menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah. Koordinasi daring harian antara pemerintah dan operator tidak hanya berfokus pada laporan teknis, tetapi diarahkan pada percepatan pemulihan layanan di titik-titik terdampak bencana.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan penghargaan kepada mitra kerja yang dinilai berkontribusi langsung dalam transformasi digital nasional.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak boleh berhenti pada capaian teknis semata. Menurutnya, konektivitas digital merupakan prasyarat utama bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas ekonomi.

Wayan menjelaskan bahwa Digi Wave menjadi bagian dari arah besar Indonesia Digital dengan prinsip terhubung, tumbuh, dan terjaga. Prinsip terhubung menekankan pemerataan akses, tumbuh berarti menghadirkan manfaat nyata bagi UMKM dan layanan publik, sementara terjaga bermakna ruang digital yang aman dan dapat dipercaya.

Kemkomdigi menetapkan tahun 2025 sebagai titik awal penguatan fondasi menuju Indonesia Digital 2045. Pada periode 2025–2029, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur digital yang stabil dan berkapasitas tinggi, termasuk fiber optik yang menjangkau 90 persen kecamatan, mobile broadband yang mencakup 98 persen populasi, serta kecepatan internet fixed dan mobile mencapai 100 Mbps pada 2029.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret seperti fiberisasi hingga desa, penambahan spektrum frekuensi, penerapan skema berbagi infrastruktur, serta penyederhanaan biaya regulasi guna mendorong investasi sektor digital.

Digi Wave atau Digital Infrastructure Work Achievement Vibrant Expression, yang sebelumnya dikenal sebagai IFaS Fest, kini menjadi panggung konsolidasi kebijakan dan praktik lapangan untuk memastikan transformasi digital nasional berjalan inklusif dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar