Banjarbaru, Peloporkalimantan – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menggema dengan meriah di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Kemeriahan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pawai Perayaan 1 Muharram yang dibuka resmi oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, di Pesantren Miftahul Khairiyah Cempaka pada Selasa (16/06/2026) pagi.
Kegiatan syiar Islam yang diikuti oleh puluhan santri ini berlangsung semarak dan sarat akan pesan mendalam. Pawai tahunan ini diposisikan bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan simbol refleksi bersama untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih produktif serta berakhlak mulia.
Peringatan kali ini mengusung tema “Hijrah dari Ketergantungan Gadget, Menuju Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak di Lingkungan Banjarbaru Emas”. Melalui jargon tersebut, pemerintah daerah membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pembentukan karakter anak bangsa.
Wali Kota Lisa Halaby dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum 1 Muharram wajib dijadikan ajang introspeksi total bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah derasnya arus digitalisasi yang berpotensi mengikis nilai moral jika tidak disaring dengan bijak.
Lisa mengartikan esensi hijrah di era modern sebagai langkah konkret untuk berpindah dari kebiasaan buruk menuju rutinitas yang jauh lebih bermanfaat. Ia mendorong para santri mengubah pola pemanfaatan gawai (gadget) yang tidak produktif menjadi sarana memperdalam ilmu pengetahuan serta memperkuat keimanan.
Kepala daerah perempuan ini juga memberikan catatan khusus bagi Kecamatan Cempaka yang dinilai memiliki peran vital dalam menjaga identitas religius Kota Banjarbaru. Dengan benteng sejarah dan budaya islami yang kuat, Cempaka diharapkan terus menjadi pusat pembinaan akhlak serta motor penggerak syiar Islam.
Lebih lanjut, Lisa mengingatkan bahwa kemajuan teknologi modern sama sekali tidak boleh dipandang sebagai sebuah ancaman menakutkan. Sebaliknya, lompatan teknologi digital harus dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen memperluas wawasan pendidikan serta memperluas jangkauan dakwah.
Ia berharap generasi muda Banjarbaru mampu bertumbuh menjadi kelompok yang cerdas secara intelektual namun tetap memiliki fondasi akhlakul karimah. Remaja di kota ini diminta siap bertarung di era digital dengan tetap menjadikan nilai-nilai universal agama sebagai kompas utama dalam setiap tindakan.
Melalui momentum pergantian tahun kalender Islam ini, Pemkot Banjarbaru mengajak warganya untuk bahu-membahu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial. Sinergi ini dinilai menjadi modal utama dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong visi besar Banjarbaru Emas.








