Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Administrasi Umum, M. Yamani, membuka secara resmi Jelajah Literasi BerAKSI 2025 di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip), Jumat (28/11/2025).
Dalam sambutan yang dibacakan M. Yamani, Bupati menyampaikan bahwa literasi merupakan pintu pembuka peradaban dan menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Literasi, katanya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan membaca situasi, peluang, dan perubahan.
Ia menegaskan bahwa literasi modern mencakup literasi dasar, digital, numerasi, budaya, hingga literasi karakter. Seluruh aspek tersebut dibutuhkan untuk membentuk generasi kreatif, komunikatif, dan mampu menghadapi tantangan global.
Program Jelajah Literasi BerAKSI disebut sebagai upaya konkret Pemkab Tanah Bumbu dalam menyediakan ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk berimajinasi, bercerita, menganalisis, dan menghasilkan karya kreatif sesuai potensi masing-masing.
Pemkab Tanah Bumbu terus memperkuat ekosistem pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis. Penguatan literasi menjadi bagian penting dari visi mewujudkan Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab, tidak hanya unggul secara ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga bermoral, cerdas, dan berpengetahuan.
“Upaya meningkatkan minat baca adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi memerlukan dukungan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Pembukaan Jelajah Literasi BerAKSI juga ditandai dengan peluncuran Aplikasi Pena Literasi oleh Bupati melalui Asisten Pembangunan M. Yamani bersama Kepala Dispersip Yulia Ramadhani. Prosesi tersebut turut disaksikan Forkopimda Tanah Bumbu.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari dengan sejumlah agenda, seperti camping ground, konser musik, jelajah literasi, penampilan kaum disabilitas, serta talk show bertema literasi dan kreativitas.
Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menegaskan komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat. Literasi disebut sebagai fondasi utama menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi global.









