Antisipasi 11 Hotspot Baru, Bupati Tanbu Minta Patroli Terpadu dan Penegakan Hukum Karhutla Ditingkatkan

Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengukuhkan kesiapsiagaan operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui gelaran apel siaga di Batulicin, Kamis (10/9/2026). Langkah penguatan ini diambil menyusul catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang merekam 102 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 328,5 hektare hingga awal September.

Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, menyampaikan bahwa kerja keras tim gabungan telah berhasil memadamkan 219,3 hektare area terdampak, termasuk penanganan skala besar di Desa Kersik Putih yang melibatkan 42 unit mobil tangki serta lebih dari 170 personel lintas instansi. Kendati demikian, ditemukannya 11 titik panas (hotspot) baru menegaskan bahwa ancaman bencana asap masih membayangi wilayah Tanah Bumbu, khususnya di area rawan seperti Kecamatan Batulicin dan Kusan Tengah.

Guna mengendalikan eskalasi Karhutla, Bupati mengeluarkan empat instruksi utama bagi seluruh unsur Satgas:

  • Peningkatan patroli terpadu dan deteksi dini di wilayah berisiko tinggi.

  • Penegakan hukum tegas tanpa kompromi bagi pelaku pembakaran lahan secara sengaja.

  • Optimalisasi sarana dan prasarana siaga operasional 24 jam.

  • Sosialisasi dan edukasi masif untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan dini.

Di samping menekankan kesiapan armada dan sinergi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan dan dunia usaha, Andi Rudi Latif mengingatkan seluruh petugas di lapangan untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar. Pemkab Tanah Bumbu optimistis melalui soliditas lintas sektor, wilayah Kabupaten Tanah Bumbu mampu terbebas dari ancaman bencana asap.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment