Kotabaru, Peloporkalimantan – Rencana Pemerintah Kabupaten Kotabaru memusatkan Ramadhan Saijaan Fest atau Pasar Wadai di sepanjang Jalan Singabana dipastikan batal setelah mendapat penolakan dari warga setempat. Keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kelurahan Kotabaru Tengah, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga menyampaikan keberatan keras terhadap rencana penggunaan Jalan Singabana sebagai lokasi pasar Ramadan. Sejumlah persoalan disoroti, mulai dari potensi kemacetan, aktivitas warga yang terganggu, hingga aspek legalitas penggunaan bahu jalan untuk kegiatan perdagangan musiman.
Penolakan tersebut membuat pemerintah daerah tidak memiliki pilihan selain membatalkan rencana awal guna menghindari polemik berkepanjangan. Sebagai langkah cepat, Pemkab Kotabaru kemudian memutuskan memindahkan lokasi Pasar Wadai ke kawasan Siring Laut.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru, Risa Ahyani, Kamis (5/2/2026), menjelaskan bahwa lokasi baru akan memanfaatkan sepanjang Jalan Sisingamangaraja. Kawasan ini dinilai lebih representatif dan selama ini terbukti mampu menampung aktivitas keramaian saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
Menurutnya, pemilihan Siring Laut juga mempertimbangkan aspek sosial dan lalu lintas karena tidak bersinggungan langsung dengan permukiman padat penduduk. Selain itu, penataan pedagang dirancang lebih tertib dengan menempatkan lapak hanya di satu sisi jalan yang menghadap ke arah laut, mulai dari depan Hotel Siring Dewi hingga area Kantor Pos.
Dengan konsep tersebut, sisi jalan yang mengarah ke darat tetap dibuka untuk arus kendaraan, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati suasana ngabuburit dan berburu takjil tanpa menimbulkan kemacetan total di pusat kota.
Meski terjadi perpindahan lokasi secara mendadak, pemerintah memastikan kuota pedagang tetap terakomodasi. Sekitar 20 unit tenda disiapkan untuk pelaku usaha kecil yang akan berpartisipasi dalam Pasar Wadai tahun ini.
Saat ini, pemerintah daerah tengah memfinalisasi maket penataan lokasi serta melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian guna memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pasar Ramadan.
Risa menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dalam menggerakkan ekonomi lokal selama bulan Ramadan.








