Perluas Inklusi Keuangan Digital, Krom Bank dan Easycash Jalin Kerja Sama Loan Channeling

Nasional, Peloporkalimantan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif pada industri pinjaman daring (pindar) nasional. Hingga Agustus 2026, outstanding pembiayaan industri pindar mencapai Rp106,94 triliun, tumbuh 22,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa layanan pendanaan berbasis teknologi digital kini menjadi alternatif pembiayaan yang kian diminati masyarakat dan pelaku usaha.

Namun demikian, OJK mencatat adanya kenaikan Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90) menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026, naik 0,41 poin persentase dibandingkan Juli 2026 (4,32 persen).

Menanggapi hal tersebut, OJK mengingatkan penyelenggara pindar untuk memperketat mitigasi risiko, meningkatkan kualitas credit scoring, serta menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) demi menjaga stabilitas industri.

“Dengan pengelolaan yang prudent, pertumbuhan industri pindar diharapkan dapat terus mendukung perluasan akses keuangan digital sekaligus menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri jasa keuangan,” ungkap Adi Budiarso.

Sinergi Krom Bank dan Easycash Perkuat Loan Channeling

Sejalan dengan upaya perluasan akses keuangan digital yang sehat, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menjalin kerja sama strategis dengan PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) melalui skema penyaluran kredit (loan channeling).

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa kemitraan dengan fintech pendanaan seperti Easycash merupakan bagian dari strategi ekspansi kredit berbasis digital dengan tetap mengedepankan kualitas aset dan manajemen risiko.

“Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kredit Krom Bank secara sehat dan berkelanjutan,” tutur Anton. Sebagai informasi, portofolio kredit Krom Bank per Agustus 2026 tercatat mencapai Rp11,59 triliun, melonjak 50,4 persen (yoy).

Sementara itu, Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menambahkan bahwa kolaborasi ini mengombinasikan fasilitas kredit perbankan dengan kekuatan teknologi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning (ML) milik Easycash untuk proses e-KYC dan analisis risiko calon debitur.

Sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, Easycash telah memfasilitasi akumulasi penyaluran pendanaan hingga Rp103,23 triliun. Sinergi antara perbankan dan platform pindar ini diharapkan semakin memperkuat inklusi keuangan nasional secara aman dan berkesinambungan.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment