Dongkrak Kapasitas Produksi hingga 90 Persen, Perajin Tenun Pagatan Rasakan Dampak Positif Bantuan Pemkab Tanbu

Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan mulai membuahkan hasil manis. Berkat intervensi bantuan peralatan produksi yang disalurkan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian, para perajin Tenun Pagatan kini mencatatkan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan.

Abdul Aziz, perajin sekaligus anggota Kelompok Generasi Tenun Mandiri, mengungkapkan bahwa bantuan sarana produksi tersebut telah dimanfaatkan secara optimal oleh para perajin di lapangan. Perubahan paling revolusioner dirasakan pada efisiensi waktu pengerjaan selembar kain tradisional yang kini jauh lebih cepat dibandingkan metode manual sebelumnya.

“Dulu satu bulan itu paling dapat satu. Sekarang 20 hari bisa dapat 10,” ungkap Abdul Aziz penuh syukur, Rabu (16/9/2026).

Lonjakan produktivitas yang mencapai sekitar 90 persen ini otomatis mendongkrak omzet kelompok serta membuka ruang pelibatan tenaga kerja baru. Tercatat, kelompok perajin kini mampu merekrut lima pekerja tambahan untuk mengimbangi tingginya volume pesanan.

Bantuan komprehensif yang digelontorkan Pemkab Tanah Bumbu senilai Rp264.536.850 tersebut mencakup instrumen produksi dari hulu hingga hilir. Mulai dari 5 alat tenun besar, 3 alat tenun kecil, hingga mesin pendukung modern seperti mesin obras, jahit, potong bahan, overdeck, neci benang, jahit kulit sepatu, mesin jahit industrial, hingga setrika uap boiler. Kendati dibantu teknologi mesin penunjang, keaslian dan karakteristik khas Tenun Pagatan yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak abad ke-17 tetap terjaga utuh.

Menariknya, hasil karya seni tenun khas Bumi Bersujud ini tidak hanya mendominasi pasar lokal Tanah Bumbu saja. Permintaan pasar tergolong sangat tinggi dari luar daerah, bahkan telah merambah kancah internasional hingga ke mancanegara seperti India dan Inggris.

Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa kebijakan afirmatif terhadap perajin tenun akan terus diarahkan pada penguatan kapasitas produksi sekaligus program regenerasi. Dengan ketersediaan alat yang memadai, pemerintah berharap tradisi luhur menenun di Pagatan tidak sekadar lestari secara budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berdaya saing global.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment