Nasional, Peloporkalimantan – Di tengah bayang-bayang risiko ekonomi global yang dinamis, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid. Pemerintah bersama DPR RI resmi menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027 dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 6 persen dan inflasi yang terkendali sebesar 2,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa optimisme tersebut ditopang oleh kinerja positif ekonomi domestik sepanjang semester pertama 2026. Pertumbuhan ekonomi nasional berhasil menyentuh angka 5,45 persen, yang merupakan capaian tertinggi untuk periode yang sama dalam 13 tahun terakhir.
Untuk mencapai target pertumbuhan tinggi di tahun 2027, pemerintah mengarahkan kebijakan pada penguatan mesin pertumbuhan sektoral berbasis transformasi. Strategi ini berfokus pada pengembangan sektor bernilai tambah seperti digitalisasi, industri semikonduktor, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta revitalisasi sektor pertanian dan energi.
Penguatan ekonomi juga akan ditopang oleh keberlanjutan program hilirisasi, pengembangan program B50, hingga optimalisasi perjanjian perdagangan internasional. Selain itu, daya saing investasi akan terus dipacu melalui deregulasi dan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia untuk menarik modal asing.
Sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan, pemerintah memastikan perlindungan bagi masyarakat tetap terjaga melalui alokasi anggaran perlindungan sosial sebesar Rp549,9 triliun pada 2027. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung program PKH, bantuan sembako, subsidi KUR, hingga KIP Kuliah guna mempercepat pemerataan kesejahteraan.








