Banjarbaru, Peloporkalimantan – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru menggelar rapat koordinasi di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (13/8/2026). Rapat yang dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, ini berfokus memetakan sekaligus mengantisipasi tiga tantangan strategis sepanjang tahun 2026.
Tiga persoalan utama yang menjadi sorotan meliputi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, pencegahan potensi konflik sosial, hingga pengawalan program prioritas pembangunan daerah. Wali Kota menegaskan pentingnya penyatuan persepsi dan sinergi lintas sektoral agar setiap persoalan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Terkait ancaman karhutla dan kekeringan, Forkopimda menyepakati langkah penguatan deteksi dini titik api serta penyiapan pasokan air bersih bagi kawasan pemukiman warga. Langkah antisipasi ini diiringi dengan peningkatan edukasi agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Di sisi lain, potensi konflik sosial turut diantisipasi melalui koordinasi ketat antara unsur intelijen daerah, TNI, Polri, serta tokoh agama dan masyarakat. Pendekatan persuasif dan komunikasi terbuka diutamakan untuk menjaga stabilitas keamanan daerah, termasuk dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di pasaran.
Melalui pengawalan ketat pada ketiga isu prioritas tersebut, Pemko Banjarbaru berharap seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan lingkungan maupun gangguan sosial. Wali Kota Lisa Halaby meminta seluruh jajaran Forkopimda terus menjaga komunikasi aktif guna merespons dinamika di lapangan secara cepat dan terukur.







