Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ahli bandar udara sebagai fondasi utama pembangunan sistem kebandarudaraan nasional. Langkah strategis ini dipacu agar infrastruktur udara di tanah air mampu tampil aman, modern, berkelanjutan, sekaligus memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Lukman menilai keberhasilan pembangunan bandar udara tidak melulu bersandar pada investasi fisik, melainkan sangat ditentukan oleh kompetensi para perancang dan pengawas di lapangan.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan jaringan konektivitas udara yang andal untuk menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata. Saat ini tercatat ada 257 bandar udara yang telah beroperasi, di mana pemerintah juga telah menetapkan 39 lokasi pembangunan bandara baru demi mewujudkan pemerataan akses hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Lukman memaparkan bahwa pengerjaan proyek bandara di Indonesia dihadapkan pada tantangan geografis yang sangat kompleks, mulai dari kawasan rawa, lahan gambut, pegunungan, hingga pulau terpencil. Hambatan tersebut menuntut para ahli di bawah naungan IABI untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi rekayasa konstruksi mutakhir, termasuk adaptif terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), Alvin Lie, menilai Munas IABI menjadi wadah yang sangat strategis bagi para pakar untuk membedah dinamika industri. Forum ini juga diperkaya oleh paparan mantan Wakil Menteri Perhubungan periode 2009–2014, Bambang Susantono, mengenai urgensi transformasi bandara menuju konsep ramah lingkungan (eco airport) dan berbasis digital (smart airport).
Selain menghasilkan berbagai gagasan solutif untuk memperbaiki ekosistem penerbangan nasional, Munas IABI 2026 juga menjadi momentum penting bagi regenerasi organisasi. Dalam sidang pleno, M. Pramintohadi Soekarno resmi terpilih sebagai Ketua Umum IABI periode 2026–2029 untuk menggantikan posisi Moh. Iksan Tatang yang telah memimpin organisasi profesi tersebut selama satu dekade terakhir.








