Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) terus memperluas pasar ekspor di Tiongkok dengan menggalang sinergi nasional menjelang partisipasi pada ajang The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan kick-off yang digelar di Jakarta pada Jumat (13/3/2026), sebagai bentuk kesiapan Indonesia untuk kembali berpartisipasi dalam pameran perdagangan terbesar antara Tiongkok dan ASEAN yang akan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International and Exhibition Center (NICEC), Guangxi, Tiongkok.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Fajarini Puntodewi, mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso, menyampaikan bahwa ajang CAEXPO bukan sekadar pameran, tetapi menjadi jembatan strategis untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global, khususnya Tiongkok.
Ia mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada 2025 telah menembus lebih dari USD130 miliar, dengan komoditas utama seperti besi baja, batu bara, dan minyak sawit (CPO). Namun, pemerintah terus mendorong diversifikasi ekspor ke sektor manufaktur dan pangan olahan.
“Melalui CAEXPO ke-23 ini, kita ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya hadir, tetapi mampu mendominasi pasar regional,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam sambutan yang dibacakan.
Fajarini juga menyampaikan optimisme berdasarkan capaian CAEXPO-CABIS 2025, di mana delegasi Indonesia mencatat peningkatan kinerja hingga 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain dihadiri sekitar 226.000 pengunjung, partisipasi Indonesia pada 2025 juga menghasilkan sejumlah kesepakatan investasi dengan total nilai mencapai Rp2,18 triliun serta melibatkan lebih dari 100 pelaku usaha yang berhasil menjangkau buyer internasional.
“Melihat capaian 2025 yang signifikan, kami yakin potensi 2026 akan jauh lebih besar dengan kurasi produk yang memiliki permintaan tinggi di pasar Tiongkok,” ujar Fajarini.
Pada CAEXPO 2026, Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis utama dengan fokus pada produk unggulan bernilai tambah, promosi investasi, penguatan rantai pasok regional, serta kolaborasi teknologi termasuk kecerdasan buatan.
Pelaksanaan partisipasi Indonesia tahun ini kembali dipercayakan kepada PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia. Pihak penyelenggara menyatakan akan menghadirkan paviliun yang lebih inovatif dan representatif guna mendorong lebih banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menembus pasar global.
Melalui partisipasi tersebut, pemerintah berharap produk Indonesia dapat semakin kompetitif di pasar internasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan kawasan ASEAN dan Tiongkok.
Sumber : Infopublik.id








