Pemerintah Bangun Ekosistem Talenta Budaya Terintegrasi Lewat MTN

Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan talenta nasional di berbagai sektor, termasuk seni dan budaya. Melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN), pemerintah mendorong terciptanya ekosistem budaya yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Rapat Tingkat Menteri Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama serta Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait integrasi Basis Data Terpadu MTN di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Fadli Zon, pengembangan talenta budaya merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Upaya tersebut memiliki landasan kuat mulai dari Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, hingga Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024.

“Melalui Manajemen Talenta Nasional, kami berupaya menghadirkan sistem pengelolaan talenta yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan ekosistem budaya nasional dan global,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, penguatan MTN di bidang seni budaya dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni pembangunan sistem pendataan talenta yang komprehensif, penyusunan trajektori pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, serta pengembangan metode peningkatan kapasitas talenta yang relevan dengan kebutuhan global.

Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat hampir 37.000 talenta budaya yang telah terdata dalam sistem MTN. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5.700 talenta telah masuk dalam trajektori pembinaan lanjutan.

Program pengembangan talenta tersebut mencakup lima bidang utama, yakni seni rupa, musik, film, sastra, dan seni pertunjukan. Sepanjang 2025 tercatat 208 program dilaksanakan bersama mitra di 58 kabupaten/kota, serta kerja sama dengan institusi global di 19 negara yang menghasilkan 116 rekognisi internasional.

Salah satu sektor yang mengalami perkembangan pesat adalah industri film nasional. Pangsa pasar film Indonesia kini mencapai sekitar 67 persen, capaian yang baru terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir.

“Film-film Indonesia juga semakin aktif berpartisipasi dalam festival internasional seperti Rotterdam, Berlinale, Udine, dan Busan,” kata Fadli.

Di bidang sastra, program MTN melibatkan ribuan talenta melalui berbagai program pengembangan, termasuk peningkatan penerjemahan karya sastra Indonesia serta akuisisi karya oleh penerbit asing.

Sementara itu di sektor musik, hampir 19.000 talenta terlibat dalam produksi karya dan berbagai program pengembangan. Pada bidang seni rupa, ribuan talenta juga berpartisipasi dalam program yang memperoleh pengakuan internasional.

Indonesia juga dijadwalkan kembali berpartisipasi dalam Venice Biennale, salah satu pameran seni rupa paling bergengsi di dunia yang berlangsung selama enam bulan dan melibatkan talenta dari program MTN.

“Capaian ini menunjukkan bahwa talenta seni budaya Indonesia semakin hadir, semakin terlihat, dan semakin aktif dalam ekosistem budaya global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama serta NDA untuk integrasi Basis Data Terpadu Manajemen Talenta Nasional. Sistem tersebut menjadi instrumen utama dalam registrasi dan integrasi data talenta lintas kementerian dan lembaga.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Ahmad Pambudi, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarullah Oktavian, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan sistem manajemen talenta yang terintegrasi, pemerintah berharap MTN menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang riset, seni budaya, dan olahraga sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar