KBRI Tokyo Dorong Petani Muda Terapkan Teknologi Pertanian Jepang

Nasional, Peloporkalimantan – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo mendorong para petani muda peserta Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) untuk mengimplementasikan teknologi dan manajemen pertanian modern yang dipelajari selama di Jepang guna memperkuat sektor pertanian nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, saat menerima peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo, Kamis (20/2/2026).

Dalam keterangannya, Maria menyampaikan para petani muda diharapkan mampu mengembangkan praktik pertanian modern yang telah dipelajari di Jepang untuk diterapkan di Indonesia. Menurutnya, penerapan teknologi dan manajemen agribisnis ala Jepang menjadi kunci peningkatan produksi dan daya saing komoditas pertanian nasional, termasuk untuk pasar ekspor seperti Jepang.

Ia menekankan peran strategis para peserta sebagai farm leaders dan agen perubahan di daerah masing-masing. Para alumni diharapkan menjadi pionir dalam organisasi petani mandiri serta membina petani lain melalui pusat pelatihan pertanian.

Program IYFLTPJ merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council dan Kementerian Pertanian Kehutanan dan Perikanan Jepang.

Selama lebih dari 40 tahun pelaksanaannya, program ini bertujuan memperkuat kapasitas petani muda di bidang teknologi pertanian modern, manajemen agribisnis, efisiensi, serta peningkatan kualitas produksi. Peserta menjalani pelatihan selama kurang lebih satu tahun dengan tinggal bersama petani tuan rumah di Jepang, mengikuti praktik lapangan, pelatihan akademis, pelatihan mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta studi banding ke berbagai prefektur.

KBRI Tokyo secara berkala melakukan evaluasi untuk mengukur dampak program terhadap pengembangan sektor pertanian Indonesia. Hingga kini, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti program tersebut dan tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA), yang berkontribusi aktif sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) serta pelopor organisasi petani mandiri di berbagai daerah.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar