Rakornas 2026, Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Soal Pengabdian dan Sejarah

Nasional, Peloporkalimantan – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat berdiri dan bertahan hingga saat ini berkat pengorbanan besar rakyat yang diperjuangkan melalui darah, keringat, dan air mata selama ratusan tahun.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Presiden menyampaikan bahwa puncak perjuangan bangsa Indonesia tercermin dalam Proklamasi 17 Agustus 1945 serta penyerahan kedaulatan yang diraih melalui perjuangan panjang di seluruh wilayah Nusantara. Ia menekankan bahwa posisi para pemimpin hari ini tidak terlepas dari pengorbanan rakyat.

“Negara ini yang sekarang berada dalam kendali kita dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa keberadaan kita sebagai pemimpin adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat,” tegas Presiden.

Menurut Presiden, pengabdian kepada rakyat harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan, bukan sekadar slogan. Ia mengingatkan bahwa sejarah penjajahan telah meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia akibat praktik kekuasaan kolonial yang bersifat imperialis dan rasialis.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga dan menghormati situs-situs sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia menyesalkan masih adanya peninggalan sejarah yang rusak atau hilang akibat kurangnya perhatian dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.

“Kadang-kadang kita tidak menghormati sejarah kita sendiri. Situs-situs bersejarah dibongkar. Ini harus menjadi perhatian para kepala daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa capaian Indonesia saat ini merupakan hasil kontribusi berkelanjutan dari para pemimpin dan pemerintahan terdahulu, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menyebut seluruh presiden, gubernur, bupati, dan wali kota sebelumnya memiliki peran dalam membangun fondasi bangsa.

Presiden juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk memandang perbedaan sebagai kekuatan bangsa. Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, ras, agama, dan pandangan politik tidak boleh menjadi pemecah persatuan, melainkan perekat sebagai satu keluarga besar Indonesia.

Dalam konteks global, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa dinamika dan konflik internasional dapat berdampak langsung terhadap kondisi nasional. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk waspada dan memahami posisi strategis Indonesia di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan bahwa menjaga persatuan, menghormati sejarah, serta mengabdi sepenuh hati kepada rakyat merupakan kunci utama untuk memastikan Indonesia tetap kuat dan berdaulat di tengah tantangan global.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar