Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek SAPAT, Percepat Elektronifikasi Pajak dan Retribusi

Banjarbaru, Peloporkalimantan – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah dengan memperkuat digitalisasi pajak dan retribusi melalui Aplikasi SAPAT (Sistem Aplikasi Pajak dan Retribusi Terpadu).

Melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Pemkot Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SAPAT di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (20/1/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako Banjarbaru, Kanafi, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni. Bimtek ini difokuskan pada penerapan sistem pembayaran pajak dan retribusi secara non tunai yang dinilai lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kanafi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen menghadirkan kemudahan transaksi bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Masyarakat tidak perlu lagi antre panjang. Melalui aplikasi ini, kewajiban perpajakan dapat diselesaikan dengan mudah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknis bagi seluruh peserta bimtek, mengingat keberhasilan penerapan sistem sangat bergantung pada peran operator di lapangan.

“Saya berharap seluruh peserta memahami setiap alur teknisnya, karena keberhasilan sistem ini ada di tangan bapak dan ibu sekalian,” tambahnya.

Kanafi turut menyampaikan apresiasi kepada BPPRD Kota Banjarbaru serta Bank Kalsel atas kolaborasi dalam penyediaan infrastruktur teknologi pendukung digitalisasi pajak daerah.

“Kolaborasi dan kerja sama ini merupakan kunci utama kesuksesan digitalisasi daerah,” katanya.

Aplikasi SAPAT merupakan hasil kerja sama BPPRD Kota Banjarbaru dengan Bank Kalsel yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses penerimaan pajak dan retribusi dalam satu sistem terpadu. Selain meningkatkan keamanan transaksi, sistem non tunai ini juga mempermudah pencatatan dan pelaporan secara real time.

Penerapan SAPAT diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat ekosistem pemerintahan berbasis digital di Kota Banjarbaru, guna mewujudkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan terpercaya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar