Balangan, Peloporkalimantan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mendorong agar program mitigasi bencana menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Paringin Selatan, Selasa (27/1/2026).
Dorongan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD Balangan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, khususnya di tingkat kecamatan dan desa.
Mewakili Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Surya menegaskan pentingnya mengintegrasikan program pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan potensi kerawanan bencana di wilayah setempat.
Surya menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor serta dukungan perencanaan yang matang sejak tingkat paling bawah. Hal tersebut diperlukan agar pembangunan yang dilaksanakan tetap berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
BPBD Balangan juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam merumuskan program prioritas yang berfokus pada pengurangan risiko bencana serta perlindungan warga.
Musrenbang RKPD Kecamatan Paringin Selatan diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait. Sejumlah usulan program dibahas, mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga peningkatan koordinasi antarinstansi.
Hasil Musrenbang tingkat kecamatan tersebut selanjutnya akan dihimpun sebagai bahan usulan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2026.
Camat Paringin Selatan menilai kehadiran BPBD Balangan memberikan penguatan substansi dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ia menegaskan, masukan dari BPBD sangat penting agar program pembangunan desa tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan keselamatan serta kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan.









