Mayoritas Wilayah Indonesia Alami Musim Hujan, BMKG Ingatkan Risiko Banjir

Nasional, Peloporkalimantan – Memasuki awal Januari 2026, sebanyak 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan. Kondisi ini menandai meningkatnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air sekaligus menjadi peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (7/1/2026) menyampaikan bahwa dari total ZOM yang ada, sebanyak 566 ZOM telah mengalami musim hujan. Wilayah yang terdampak meliputi hampir seluruh Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, seiring menguatnya dinamika atmosfer regional.

Berdasarkan analisis curah hujan Dasarian III Desember 2025, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah, yakni sebesar 69,5 persen. Sementara itu, 13,8 persen wilayah tercatat mengalami curah hujan kategori tinggi dan 0,4 persen kategori sangat tinggi. Adapun wilayah dengan curah hujan rendah tercatat sebesar 16,3 persen.

Curah hujan tinggi hingga sangat tinggi terpantau di sejumlah wilayah, antara lain sebagian Aceh bagian utara, Sumatra Barat, sebagian kecil Sumatra Selatan dan Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Tengah bagian utara, Kalimantan Selatan, sebagian wilayah Sulawesi, serta sebagian kecil Papua Selatan.

BMKG juga memprakirakan pada Dasarian I Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah dengan kisaran 20 hingga 150 milimeter per dasarian. Meski demikian, hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, yakni di atas 150 milimeter per dasarian, diprediksi terjadi di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat tersebut meliputi sebagian kecil Riau dan Bangka Belitung, sebagian besar Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Barat.

Seiring meningkatnya curah hujan, BMKG mengidentifikasi potensi banjir kategori tinggi pada Dasarian I Januari 2026 di beberapa wilayah. Di Provinsi Jawa Barat, potensi banjir terpantau di Kabupaten Majalengka. Sementara di Sulawesi Selatan, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Barru, Bone, Gowa, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Soppeng, serta Kota Makassar.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi terkait guna meminimalkan risiko dampak bencana selama puncak musim hujan.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar