30 Personel Danlanud Syamsuddin Noor Terlibat Penerbangan Penanganan Karhutla di Kalsel

BANJARBARU, Penanganan kebakaran lahan dan hutan di Kalsel mendapat dukungan penuh dari Danlanud Syamsuddin Noor Kolonel  Pnb Sri Raharjo.

Danlanud Syamsuddin Noor Kolonel  Pnb Sri Raharjo menjelaskan pihaknya memberikan dukungan operasional penerbangan.

“Tentu saja berkoordinasi dengan pihak bandara dan Airnav untuk pengontrolan penerbangan Satgas Udara Karhutla, ” urainya.

Disampaikannya, ada sekitar  30 personel yang terlibat dalam operasional penerbangan penanganan karhutla.

Sebelumnya, meski beberapa daerah di Kalimantan Selatan diguyur hujan beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi.

Ini seperti yang terjadi di tepi Jalan Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. Api berhasil dipadamkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Minggu (13/10) siang.

Kebakaran merambat di persawahan padi yang baru dipanen. Lahan yangt erbakar sekitar 200 meter persegi.

Karhutla juga terjadi di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat. Tim gabungan BPBD Banjar yang tiba di lokasi terkendala dengan semakin jauhnya rambatan api yang berada di seberang sungai. Api pun semakin berkobar membakar semak belukar. Tim pun melaporkannya Pusdalops Pengendalian Bencana yang kemudian diteruskan ke BPBD Kalsel.

“Tidak ada akses, tidak bisa dijangkau. Kami minta helikopter water bombing untuk menanganinya,” ucap personel BPBD Banjar Zubairi.

Kesibukan awak heli water bombing juga disaksikan BPost pada Senin (7/10) siang. Mereka mengatasi karhutla di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut setelah
Satgas Darat tidak bisa menuju lokasi.

Heli yang dipiloti Mikhail Kushch asal Rusia berangkat sekitar pukul 10.00 Wita. Tapi karena ada kendala teknis, heli MI 8 tersebut harus kembali ke Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Heli Black Hawk pun bergerak hingga sore.

Heli ini harus 37 kali melakukan pengeboman air. Itu pun belum padam sepenuhnya. Lahan masih berasap tipis.

Senin itu ada sekitar 20 hektare lahan yang terbakar. Namun yang bisa dipadamkan baru 18 hektare. Pengeboman air pun dilanjutkan pada Selasa (8/10).

Kasubbdid Pencegahan BPBD Kalsel Ariansyah memaparkan wilayah yang paling luas dan masif terkena karhutla yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanahlaut, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Banjar. Luas lahan yang telah lebih dari 800 hektare.

“Banjarbaru menjadi perhatian khusus karena adanya Bandara Syamsudin Noor yang sering terdampak kabut asap. Namun tahun ini bisa dikendalikan Satgas Karhutla Kalsel,” jelasnya.

Disinggung soal penyebab, dia mengatakan bervariasi, mulai faktor alam hingga ulah warga melakukan pembakaran untuk pembersihan lahan pertanian.

BPBD Kalsel terus melakukan berbagai mitigasi semisal pembasahan lahan dengan sistem buka tutup irigasi dan mengalirkannya ke daerah rawan. “Bahkan kami melaksanakan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BRGM dan BMKG, ” sebutnya.

Rapat juga rutin dilakukan Satgas Karhutla Kalsel. Demikian pula saat menghadapi kebakaran di Tala seperti di Pulausari, Gunung Raja, Tambangulang dan Batibati.

Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi menjelaskan Satgas Darat disiagakan mulai 14 September. Sedangkan Satgas Udara mulai terbang pada 19 September. Tugas mereka berdasarkan keputusan gubernur berakhir pada 31 Oktober.

“Namun sebelum tanggal 31 Oktober akan dilakukan evaluasi menyeluruh. Akan dinilai apakah operasi dilanjutkan atau dicukupkan,” kata Bambang seraya menjelaskan semua pendanaan heli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar