Banjarbaru, Peloporkalimantan – SBK Sasirangan Binaan Dekranasda Kota Banjarbaru menjadi guru tamu dalam ajang “Workshop Sasirangan Alam” yang digelar di Global Islamic Boarding School (GIBS), Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juli dan 1 Agustus 2026 ini diikuti oleh rombongan pelajar asal Australia dan Jepang.
Pelatihan lintas budaya tersebut dirancang untuk melestarikan serta mengenalkan wastra khas Kalimantan Selatan ke tingkat internasional. Misi keberlanjutan turut diusung dengan memfokuskan proses pembuatan kain sasirangan ramah lingkungan yang mengandalkan ekstrak bahan pewarna alami.
Selama dua hari pelatihan, para peserta diajak menjajal langsung setiap tahapan pembuatan kain tradisional. Mulai dari mendesain motif, proses menjelujur atau mengikat kain, hingga tahap pencelupan menggunakan racikan pewarna alami yang ramah lingkungan.
Pemilik SBK Sasirangan sekaligus Pengurus Dekranasda Banjarbaru, Reni Andrina Rahmawati, mengaku bangga dapat berbagi warisan budaya dengan para pelajar asing. Penggunaan pewarna alam membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menyelaraskan diri dengan tren global yang menuntut kepedulian lingkungan.
Pihak GIBS Batola menyambut positif antusiasme seluruh peserta internasional yang mengikuti rangkaian kegiatan. Workshop ini menjadi bagian dari program pertukaran budaya yang rutin diselenggarakan untuk mencetak generasi global yang menghargai keberagaman budaya.
Melalui kolaborasi ini, SBK Sasirangan dan GIBS Batola berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa asing. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kain sasirangan sebagai produk kriya Nusantara yang bernilai tinggi dan berdaya saing global.







