Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, memberikan jawaban resmi atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Nota jawaban kepala daerah tersebut dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Putu Wisnu Wardhana, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tanah Bumbu pada Senin (22/6/2026).
Melalui forum tertinggi tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran legislatif. Sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi kunci utama sehingga Kabupaten Tanah Bumbu berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk menjadikan raihan prestasi akuntansi ini sebagai pelecut semangat kerja. Pemkab akan terus memperketat pengawasan, meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pada setiap sektor pelayanan publik agar APBD benar-benar memberikan dampak masif bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain akuntabilitas keuangan, rapat paripurna tersebut juga menjadi panggung pemaparan sejumlah capaian makro pembangunan Bumi Bersujud sepanjang tahun 2025. Salah satu capaian yang menonjol adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanah Bumbu yang kini sukses menyentuh angka 75,09, didukung oleh perbaikan kualitas sektor pendidikan dan kesehatan.
Kinerja perekonomian daerah juga menunjukkan grafik yang sangat menggembirakan, di mana pertumbuhan ekonomi melonjak ke angka 5,52 persen atau naik sebesar 0,70 poin dibanding tahun sebelumnya. Dampak positif pertumbuhan ini berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi 3,13 persen serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara konsisten ke posisi 6,05 persen.
Pemerintah daerah juga berhasil menjaga pemerataan pendapatan yang tecermin dari angka Gini Ratio sebesar 0,251, dibarengi kelestarian alam lewat Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang membaik di angka 78,94. Menutup nota jawabannya, Bupati menegaskan bahwa seluruh indikator positif ini akan menjadi fondasi kokoh untuk merancang program pembangunan yang lebih progresif pada tahun anggaran berikutnya.








