Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Ash-Shalihin, Desa Haruyan, Kecamatan Haruyan, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, pejabat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Samsul Rizal mengatakan Safari Ramadan menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi warga secara langsung.
“Melalui kebersamaan seperti ini kami berharap hubungan pemerintah dan masyarakat semakin harmonis dalam membangun daerah tercinta,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap jujur, sabar, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, bulan suci tersebut juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan penghujung Ramadan dengan memperbanyak sedekah dan mempererat hubungan dengan sesama.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan Safari Ramadan juga dirangkai dengan penyerahan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris penerima manfaat.
Menurut Samsul Rizal, santunan tersebut diberikan kepada keluarga pekerja yang telah terdaftar dalam program perlindungan ketenagakerjaan.
Ia menyebutkan sekitar 50 ribu pekerja rentan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja serta keluarganya.
“Ke depan kami akan terus memperluas cakupan perlindungan agar lebih banyak pekerja memperoleh jaminan sosial,” pungkasnya.
Kegiatan Safari Ramadan di Desa Haruyan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga dalam membangun daerah.









