Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barabai kembali melaksanakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui Pelatihan Tata Boga Pembuatan Kue Sarang Semut yang digelar di Aula Rutan Barabai, Sabtu (10/1/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang kuliner yang memiliki nilai ekonomis dan peluang usaha setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rutan dalam meningkatkan kualitas pembinaan berbasis keterampilan produktif.
Pelatihan disampaikan oleh Pembina Kemandirian Tata Boga, Lina Khulqia dan Nina Maharika dari Program MagangHub. Metode pelatihan dilakukan melalui pemaparan materi serta praktik langsung pembuatan kue sarang semut, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pengolahan adonan, hingga teknik pemanggangan yang tepat.
Selain teknik produksi, narasumber juga memberikan tips untuk menghasilkan kue sarang semut dengan tekstur dan rasa yang optimal. Warga binaan turut dibekali pemahaman mengenai pentingnya kebersihan, ketelitian, dan konsistensi dalam proses pembuatan kue.
Menurut narasumber, kue tradisional seperti sarang semut memiliki peluang pasar yang cukup luas dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Barabai, I Komang Suparta, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut difokuskan pada pemberdayaan keterampilan warga binaan agar memiliki bekal kemandirian. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tata boga tersebut. Menurutnya, pembinaan keterampilan dapat mendorong warga binaan menjadi pribadi yang produktif, kreatif, dan siap berwirausaha.
Selama pelatihan berlangsung, warga binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya mengenai teknik produksi, pengemasan, hingga peluang pemasaran produk. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi sebagai evaluasi dan pendalaman materi pelatihan.
Melalui program pembinaan ini, Rutan Barabai berharap warga binaan mampu berintegrasi secara positif dan mandiri ketika kembali ke masyarakat.









