Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memilih kediaman pribadinya sebagai lokasi pelepasan rencana ekspor perdana 1.000 ton beras ke Malaysia. Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana negara dialokasikan secara maksimal untuk kebutuhan produktif petani.
Mentan Amran menjelaskan bahwa acara yang semula direncanakan bertempat di hotel dialihkan ke rumahnya guna menghemat biaya operasional dan efisiensi waktu. Kediamannya selama ini memang kerap difungsikan sebagai ruang kerja tambahan untuk menggelar rapat dinas terkait kebijakan pangan nasional sejak subuh hingga malam hari.
Ia menegaskan pentingnya pemangkasan anggaran seremoni seperti sewa hotel, hiasan bunga, hingga pemandu acara. Biaya-biaya tersebut dinilai jauh lebih bermanfaat apabila disalurkan langsung kepada para petani di lapangan dalam bentuk bantuan benih dan subsidi pupuk.
Penghematan anggaran ini sejalan dengan capaian strategis pemerintah di sektor pertanian yang kini mampu menembus pasar internasional. Pada kesepakatan awal, Indonesia mengirimkan 1.000 ton beras premium ke Malaysia dengan harga Rp17.000 per kilogram, dari total potensi ekspor mencapai 200.000 ton per tahun untuk wilayah Sarawak.
Mentan Amran menambahkan bahwa ekspor beras ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil tani nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Capaian swasembada hingga kemampuan ekspor ini ditegaskan sebagai hasil kerja keras bersama antara pemerintah, petani, penyuluh, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sumber : Infopublik.id








