Harga CPO Melonjak, Tembus Hampir 8% dalam 4 Hari

Jakarta – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melesat lagi pada perdagangan kemarin. Faktor fundamental menjadi penyebab lesatan harga komoditas ini.

Pada Kamis (25/10/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Januari dihargai MYR 4.602/ton. Melesat 2,59% dibandingkan hari sebelumnya dan jadi yang tertinggi sejak Juni 2022 atau lebih dari 2 tahun terakhir.

Harga CPO juga genap naik 4 hari beruntun. Selama 4 hari tersebut, harga melonjak 7,92%.

Alasan pertama kenaikan harga CPO adalah keterbatasan pasokan. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan bahwa produksi CPO Negeri Harimau Malaya turun 3,8% pada September dibandingkan Agustus.

Sementara di Indonesia, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi CPO dan minyak kernel tahun ini sebanyak 51 juta metrik ton, Turun 5% dibandingkan tahun lalu.

Padahal permintaan sedang tinggi, Ekspor CPO Malaysia pada September naik 0,93% dibandingkan Agustus.

Di Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk memberlakukan kebijakan B40 yang akan berlaku mulai awal tahun depan. Nantinya, Indonesia akan meningkatkan campuran bahan bakar nabati menjadi 50% atau B50.

Selain faktor fundamental yaitu penawaran dan permintaan di atas, harga CPO juga terangkat akibat perkembangan harga minyak nabati lainnya. Kemarin, harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) dan Chicago Board of Trade (Amerika Serikat/AS) melonjak masing-masing 1,55% dan 2,21%.

Sedangkan harga minyak biji bunga matahari juga bertambah 1,89%. Saat harga minyak nabati pesaing makin mahal, maka keuntungan untuk beralih ke CPO akan bertambah. Sebab, berbagai komoditas itu bisa saling menggantikan.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 66,26. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 65,21. Menghuni area beli (long) yang bahkan cukup kuat.

Namun dengan kenaikan yang sudah begitu tajam, harga CPO terancam terpeleset. Target koreksi atau support akan ada di kisaran MYR 4.481-4.425/ton.

Adapun target resisten ada di rentang MYR 4.763-4.959/ton.

Sumber : bloombergtechnoz

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar