Balangan, Peloporkalimantan – Upaya strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola, penatausahaan, serta pelaporan Barang Milik Daerah (BMD) terus digelorakan di Kabupaten Balangan. Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan menggelar bimbingan teknis (bimtek) manajemen aset daerah yang dipusatkan di Aula I Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan penting ini diikuti oleh para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pejabat penatausahaan barang SKPD, serta para pengurus barang dari masing-masing instansi. Guna memastikan materi dan standar pengelolaan aset berjalan sesuai regulasi, panitia menghadirkan narasumber kompeten dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKPAD Kabupaten Balangan, Kamrani, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pembinaan tata kelola BMD wajib dilakukan secara berkesinambungan. Mengingat, siklus pengelolaan aset melibatkan rangkaian proses yang panjang dan komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pengamanan, hingga proses penghapusan aset.
Saat ini nilai aset tetap, khususnya berdasarkan neraca di LKPD 2025, sudah mencapai Rp3,9 triliun. Nilai yang sangat besar dan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk dikelola sesuai aturan, ungkap Kamrani memaparkan skala besar aset daerah yang harus dikawal bersama.
Ia menambahkan, kelalaian dalam manajemen aset dapat berdampak luas, mulai dari menurunnya kualitas informasi aset, lemahnya pengamanan fisik maupun administratif, menghambat proses pengambilan keputusan strategis, hingga memengaruhi validitas penyusunan laporan keuangan daerah secara keseluruhan.
Komitmen Pertahankan Opini WTP dan Efisiensi Anggaran
Sementara itu, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, yang hadir memberikan arahan, menekankan bahwa manajemen aset yang tertib memiliki korelasi langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi kualitas laporan keuangan.
Hingga saat ini, Kabupaten Balangan tercatat telah sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali berturut-turut dari BPK. Menurut Fauzi, pencapaian membanggakan tersebut merupakan hasil dari kerja keras bersama dalam melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan, termasuk di dalamnya optimalisasi manajemen aset daerah.
Aset dan BMD adalah amanah rakyat. Perlakukan dan pergunakan dengan penuh tanggung jawab, terlebih di masa efisiensi anggaran, imbuh Akhmad Fauzi menegaskan.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran birokrasi agar memandang pengelolaan aset tidak sekadar sebagai rutinitas administratif pemerintahan semata. Lebih dari itu, setiap jajaran harus memastikan bahwa alokasi anggaran publik benar-benar diwujudkan dalam bentuk aset produktif yang memberikan kemanfaatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Balangan.
Sumber : Infopublik.id








