Diterbitkan dengan Lisensi Resmi, Homologasi Grade A Tegaskan Kesiapan Keselamatan dan Fasilitas Sirkuit Mandalika

Nasional, Peloporkalimantan – Pertamina Mandalika International Circuit yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara resmi mengantongi sertifikasi homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk musim balap tahun 2026.

Pengakuan internasional ini mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas dan aspek teknis sirkuit telah memenuhi standar tertinggi yang dipersyaratkan untuk menyelenggarakan ajang FIM Grand Prix World Championship, termasuk gelaran utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Sertifikat bernomor lisensi 1277 ini diterbitkan secara resmi usai tim inspeksi FIM menyelesaikan penilaian komprehensif di lapangan pada Kamis (8/10/2026). Lisensi ini berlaku penuh untuk mendukung penyelenggaraan seluruh seri kejuaraan dunia balap motor di Mandalika sepanjang tahun 2026.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, menyampaikan bahwa raihan homologasi Grade A ini merupakan bukti nyata dari komitmen kolaboratif seluruh pihak terkait dalam menjaga standar keselamatan, mutu lintasan, serta kesiapan operasional sirkuit secara konsisten.

“Diperolehnya Homologasi Grade A dari FIM menjadi momentum penting sekaligus penegasan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship. Ini merupakan hasil dari kerja bersama dan komitmen seluruh pihak yang selama ini memastikan setiap aspek kesiapan sirkuit dan penyelenggaraan terus memenuhi standar internasional,” ungkap Ananda dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).

Ananda menambahkan, lisensi Grade A ini semakin memantapkan kesiapan Indonesia untuk menyambut kedatangan para pebalap kelas dunia, manajer tim, serta ratusan ribu penggemar MotoGP baik dari dalam negeri maupun manca negara.

“Dengan homologasi ini, kami semakin siap menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian event dapat berlangsung dengan aman, profesional, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pebalap, tim, penonton, serta seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari momentum MotoGP di Indonesia,” tegasnya.

Inspeksi Ketat Aspek Keselamatan dan Fasilitas Teknis

Penetapan homologasi Grade A dilakukan setelah melalui tahapan inspeksi ketat yang dipimpin langsung oleh FIM MotoGP Safety Officer, Tomé Alfonso, mewakili FIM CCR Circuits Homologation Committee. Proses pemeriksaan tersebut didampingi oleh Chairman FIM CCR Circuits Homologation Committee Paul King, serta perwakilan dari Dorna Sports, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan MGPA.

Pemeriksaan menyeluruh difokuskan pada infrastruktur keselamatan dan teknis lintasan, mencakup luas area run-off, ketebalan hamparan kerikil (gravel beds), kualitas pembatas ban (tyre barriers), kejelasan penandaan lintasan (track marking), area pit lane, hingga kecukupan posisi starting grid.

Selain itu, tim inspektur FIM juga memeriksa kesiapan pos petugas lintasan (marshal posts), keandalan sistem panel lampu dan indikator LED, manajemen drainase, kondisi pemeliharaan aspal, serta kepatuhan zona penalti putaran panjang (long lap penalty zone). FIM turut menetapkan standar pemeliharaan rutin, ketersediaan komponen cadangan keselamatan, serta kesiapan tim teknis tanggap cepat di sirkuit guna mengantisipasi kendala secara langsung saat balapan berlangsung.

Spesifikasi Lintasan dan Dampak Ekonomi Regional

Pertamina Mandalika International Circuit memiliki panjang lintasan utama 4.301 meter (4,3 kilometer) dengan posisi pole position di sisi kiri. Berdasarkan ketentuan resmi FIM, kapasitas lintasan dikhususkan untuk menampung hingga 32 pebalap pada kategori solo, termasuk kelas utama MotoGP, baik pada sesi latihan bebas, kualifikasi, maupun balapan utama.

Keberhasilan mempertahankan status homologasi Grade A ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di peta olahraga otomotif dunia, melainkan juga diproyeksikan memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan. Perhelatan skala internasional ini diharapkan mampu menggairahkan sektor pariwisata, membangkitkan ekonomi kreatif lokal, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat di kawasan Lombok dan sekitarnya.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment