Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Kesempatan generasi muda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk mengenyam bangku kuliah di perguruan tinggi negeri kini semakin terbuka lebar. Melalui langkah diplomasi pendidikan yang agresif, Pemerintah Kabupaten HST di bawah kepemimpinan Bupati Samsul Rizal sukses menghadirkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Bumi Murakata. Kehadiran kampus negeri ini diposisikan sebagai solusi taktis pemerintah daerah dalam memotong kendala jarak geografis dan beban finansial yang selama ini kerap menyurutkan niat lulusan sekolah menengah setempat untuk melanjutkan studi.
Kepastian operasional kampus baru ini diumumkan secara resmi dalam agenda Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru PSDKU ULM HST yang digelar di Pendopo Kabupaten HST pada Senin (15/6/2026). Sebagai tonggak awal, pihak civitas akademika menjadwalkan pembukaan masa registrasi penerimaan mahasiswa baru angkatan perdana melalui jalur mandiri yang akan digulirkan secara daring mulai tanggal 14 hingga 18 Juli 2026 mendatang. Kehadiran universitas plat merah di daerah sendiri diharapkan dapat mendongkrak angka partisipasi kasar perguruan tinggi di wilayah HST secara masif.
Direktur PSDKU ULM HST, Prof. Dr. H. Amka, memaparkan bahwa pada tahun akademik perdana ini, terdapat tiga pilihan program studi rumpun humaniora dan sains yang resmi dibuka untuk umum, yakni Pendidikan Jasmani, Agribisnis, serta Ekonomi Pembangunan. Penetapan ketiga jurusan tersebut diklaim tidak dilakukan secara acak, melainkan telah melalui studi kelayakan yang diselaraskan dengan kebutuhan pasokan sumber daya manusia (SDM) lokal serta pemetaan potensi pembangunan jangka panjang di wilayah HST dan kawasan penyangga sekitarnya, yakni Banua Anam.
Bupati HST, Samsul Rizal, menegaskan bahwa perwujudan kampus negeri di daerah sendiri merupakan bentuk komitmen politiknya untuk memajukan peradaban dan kualitas intelektual anak muda Banua. Dengan adanya fasilitas pendidikan tinggi yang dekat dari rumah, para orang tua tidak perlu lagi mencemaskan pembengkakan biaya hidup kos dan transportasi kosmetik seperti jika anak-anak mereka harus merantau ke luar daerah. Guna meringankan beban masyarakat, Bupati Samsul Rizal bahkan mengisyaratkan tengah menggodok formulasi skema bantuan dana pendidikan atau beasiswa daerah yang disesuaikan dengan kapasitas anggaran pendapatan dan belanja daerah ke depan.
Terobosan di sektor pendidikan ini langsung memanen gelombang respons positif dari berbagai pemangku kepentingan di akar rumput. Rafsan, seorang guru senior di SMA Negeri 9 Barabai, menyebut kehadiran PSDKU ULM sebagai jawaban konkret atas jeritan para siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang impian kuliahnya kerap kandas akibat keterbatasan modal. Senada dengan itu, harapan besar juga ditiupkan oleh kalangan alumni pesantren dan lulusan sekolah menengah setempat yang optimistis keberadaan kampus ini dapat mencetak generasi unggul yang siap terjun langsung membangun daerah.








