Balangan, Peloporkalimantan – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan lapangan untuk memantau langsung pelaksanaan program bantuan revitalisasi bangunan sekolah dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di SD Negeri Gulinggang, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan pemantauan ini digelar guna mengukur efektivitas dan capaian dua tahun program prioritas pendidikan nasional yang diusung oleh Kabinet Merah Putih di daerah.
Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Santoso, mengutarakan bahwa pengerjaan fisik sarana dan prasarana di SDN Gulinggang menunjukkan progres yang memuaskan meski secara keseluruhan proses konstruksi masih berjalan.
“Setelah kami melakukan kunjungan, memang belum selesai 100 persen. Namun, bangunannya sudah terlihat bagus, baik ruang kelas maupun toilet yang menjadi sasaran revitalisasi tahun ini,” ujar Dr. Santoso.
Di samping meninjau kelayakan fisik bangunan, tim BPMP Kalsel mengamati langsung interaksi guru dan siswa dalam memanfaatkan perangkat Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran modern di kelas. BPMP turut memberikan apresiasi kepada Pemkab Balangan atas pengawasan melekat yang dilakukan agar bantuan dari pemerintah pusat dapat difungsikan secara optimal.
28 Sekolah di Balangan Terima Bantuan Revitalisasi
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, M. Nor, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), atas alokasi bantuan peningkatan mutu sarpras sekolah di Bumi Sanggam.
“Kami melihat bangunan yang sudah direnovasi masih ada sedikit yang perlu disempurnakan. Setelah benar-benar selesai, fasilitas ini diharapkan bisa dirasakan dan dinikmati oleh anak-anak yang bersekolah di sini serta dewan guru yang mengajar,” tutur M. Nor.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Abiji, memaparkan bahwa pada tahun anggaran ini terdapat sebanyak 28 sekolah di Kabupaten Balangan yang ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Abiji menjelaskan bahwa capaian fisik di lapangan bervariasi karena mekanisme pencairan dan pelaksanaan fisik terbagi ke dalam empat tahapan bertahap.
“Di sekolah lain, progresnya masih berkisar 20-25 persen, bahkan ada yang masih nol persen karena ada empat tahapan. Jadi, progresnya tidak sama dan saat ini masih pada tahap pertama pembangunan,” terang Abiji.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud Balangan berkomitmen untuk mengevaluasi peta kebutuhan sekolah agar pemanfaatan sarana digitalisasi seperti PID dapat terdistribusi secara merata ke seluruh satuan pendidikan.
Sumber : Infopublik.id







