Nasional, Peloporkalimantan – Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi bilateral dengan Prancis agar bergerak lebih progresif, tidak hanya berhenti pada tataran komitmen politik semata, melainkan mewujud nyata dalam bentuk proyek investasi bisnis yang konkret dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, dalam keterangan resminya di Paris, Kamis (1/10/2026). Ia menekankan bahwa hubungan diplomatik kedua negara saat ini berada pada momentum politik yang sangat kuat, sehingga tantangan utama ke depan adalah menerjemahkannya menjadi kemitraan ekonomi yang setara dan saling menguntungkan.
“Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini memiliki momentum yang sangat kuat. Tantangan kita selanjutnya adalah menerjemahkan momentum politik tersebut menjadi kemitraan bisnis dan investasi yang sama kuatnya,” ujar Dubes Oemar.
Pernyataan strategis tersebut mengemuka dalam ajang Indonesia-France Strategic Investment Forum 2026. Forum bisnis berskala internasional ini sukses diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris bersama Danantara Indonesia serta asosiasi pengusaha terkemuka Prancis, MEDEF International, bertempat di Paris, Selasa (29/9/2026).
Dubes Oemar memaparkan bahwa fondasi kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis sesungguhnya telah terbangun sangat solid. Hal ini tercermin dari angka perdagangan bilateral barang yang berhasil menembus kisaran 2,6 miliar euro (atau setara dengan kurang lebih Rp52,7 triliun) pada tahun sebelumnya. Selain itu, Prancis juga kokoh berdiri sebagai negara investor terbesar kedua dari kawasan Uni Eropa di Indonesia, dengan hampir 200 perusahaan beroperasi aktif dan menyerap lebih dari 50.000 tenaga kerja lokal.
Peran Strategis Danantara Indonesia
Menanggapi peluang besar tersebut, lembaga pengelola investasi strategis nasional, Danantara Indonesia, hadir memanfaatkan momentum forum ini untuk mempertegas perannya sebagai jembatan utama yang menghubungkan prioritas pembangunan jangka panjang nasional dengan jaringan modal global.
Melalui skema investasi bersama (co-investment), Danantara secara aktif membuka ruang kolaborasi yang luas bagi para investor internasional, khususnya korporasi asal Prancis, untuk menanamkan modal pada sektor-sektor prioritas nasional. Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada pengembangan energi bersih dan terbarukan serta percepatan transformasi infrastruktur digital di tanah air.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan bahwa institusinya memegang mandat ganda yang sangat krusial. Di satu sisi, Danantara dituntut untuk menghasilkan keuntungan (return) komersial yang berkelanjutan dan kompetitif, sementara di sisi lain tetap berkomitmen penuh mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia yang inklusif dan ramah lingkungan.
Sumber : Infopublik.id







