Pacu Daya Saing Lewat Perpres 38/2026, Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi Perluas Ekosistem Kewirausahaan Nasional

Nasional, Peloporkalimantan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pentingnya memperkuat peran lembaga inkubator sebagai ujung tombak pembinaan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kokoh, berkualitas, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, saat menghadiri acara Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9/2026).

Pemerintah sendiri telah mematok target ambisius untuk melahirkan 10 juta penduduk yang aktif berusaha dan bekerja melalui akselerasi ekosistem kewirausahaan. Untuk mencapai sasaran tersebut, penguatan lembaga inkubator—baik yang berada di lingkungan perguruan tinggi maupun di luar kampus—diandalkan sebagai instrumen strategis.

“Kenapa harus inkubator? Karena kita membutuhkan perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, serta berkelanjutan,” ujar Maman melalui keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, banyak produk UMKM dan hasil riset inovatif di tanah air yang memiliki kualitas prima, namun belum berkembang secara optimal lantaran minimnya pendampingan berkelanjutan, penguatan riset lanjutan, serta perencanaan komersialisasi yang matang. Oleh karena itu, Kementerian UMKM memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia kampus, guna menjembatani hasil riset agar dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat dan bernilai ekonomis tinggi.

Maman mencontohkan berbagai inovasi teknologi kesehatan dan robotika yang telah dikembangkan oleh ITS. Pemerintah berkomitmen hadir untuk memotong hambatan birokrasi, mempercepat proses perizinan, hingga mengawal standardisasi dan sertifikasi agar inovasi tersebut dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh industri.

Langkah strategis ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang menjadi payung hukum kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, hingga komunitas. Kebijakan ini diarahkan untuk mendongkrak rasio kewirausahaan Indonesia hingga mencapai 3,6 persen pada tahun 2029 dan melesat ke angka 8 persen pada tahun 2045.

Selain pendampingan manajerial dan teknologi, Maman juga menekankan bahwa akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha. Tercatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur telah mencapai Rp37,11 triliun kepada sekitar 643 ribu debitur UMKM, di mana porsi terbesar yakni sekitar Rp23 triliun dialirkan langsung ke sektor produktif.

Kendati demikian, pembiayaan modal tidak akan berdampak optimal jika tidak diimbangi dengan kepastian pasar dan legalitas produk.

“Kalau pembiayaan sudah diberikan, tetapi produknya tidak bisa dijual, usaha juga akan kesulitan berkembang. Karena itu, selain legalitas dan pembiayaan, pasar menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi UMKM,” tegasnya.

Bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM terus memperluas akses pasar domestik sekaligus menggalakkan kemudahan regulasi dan insentif agar produk unggulan Indonesia—termasuk dari Jawa Timur—mampu menembus rantai pasok global.

“Catatan pertama kalau kita bicara ekspor adalah kualitas. Produk lokal kita tidak kalah kualitasnya. Sekarang kami bersama Kementerian Perdagangan terus membuka akses agar produk-produk Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, dapat masuk ke pasar internasional,” imbuh Maman.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, menyatakan kesiapan institusinya untuk mengambil peran terdepan sebagai enabler teknologi dan inovasi bagi sektor UMKM. Melalui Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) ITS, pihaknya telah sukses mendampingi lebih dari 180 perusahaan rintisan (start-up) serta memberikan pelatihan desain kemasan guna mendongkrak daya saing produk lokal.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi perguruan tinggi untuk berperan sebagai enabler teknologi, desain, dan inovasi bagi UMKM. Kami siap mendukung upaya pemerintah untuk menaikkan level UMKM sehingga menjadi pemeran utama kemandirian ekonomi bangsa,” pungkas Bambang.

Sumber : Infopublik.id

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment