Capaian Surplus 3,56 Juta Ton dan Cadangan Bulog Tertinggi, Indonesia Mantap Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Tren Global

Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti pentingnya membaca proyeksi produksi beras dunia dan kawasan regional sebagai bagian dari mitigasi dinamika pangan global. Di tengah fluktuasi pasokan internasional, pemerintah terus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri guna memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dengan kokoh.

Berdasarkan paparan resmi Kementerian Pertanian yang diterima pada Kamis (24/9/2026), proyeksi FAO Food Outlook mencatat adanya tren kenaikan produksi beras di sejumlah negara produsen utama dunia, seperti India, Vietnam, China, hingga Indonesia. Selain itu, ramalan produksi beras di kawasan ASEAN merujuk pada USDA Rice Outlook yang memetakan posisi strategis Indonesia bersama negara-negara tetangga dalam peta pasokan regional.

Menanggapi dinamika tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa penguatan sektor hulu di dalam negeri merupakan kunci utama menghadapi ketidakpastian global.

“Penguatan produksi dalam negeri menjadi penting di tengah dinamika pangan global. Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat cadangan beras nasional,” ujar Mentan dalam keterangan tertulisnya.

Komitmen tersebut tercermin dari data solid per September 2026 yang bersumber dari BPS, Kementan, Kemendag, dan Kemenko Perekonomian, serta diolah oleh Badan Pangan Nasional. Tercatat, produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton dengan tingkat kebutuhan konsumsi sebesar 31,21 juta ton, sehingga Indonesia mengantongi surplus sekitar 3,56 juta ton.

Dari sisi ketersediaan, estimasi total stok beras nasional per September 2026 mencapai 26,91 juta ton. Jumlah ini dinilai sangat aman untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga 10,35 bulan atau setidaknya sampai Juni 2027, dengan proyeksi produksi Januari–Oktober 2026 menembus angka 31,41 juta ton.

Cadangan beras pemerintah melalui Perum Bulog per 19 September 2026 bahkan tercatat mencapai 4,605 juta ton—menjadikannya salah satu posisi cadangan terkuat dalam sejarah setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 5,37 juta ton pada Mei 2026. Sebagian dari cadangan tersebut telah dan terus disalurkan untuk program bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sebagai strategi jangka panjang, Mentan Amran memastikan pemerintah tidak hanya bergantung pada tren pasokan luar negeri, melainkan terus menggenjot produktivitas domestik melalui modernisasi sektor pertanian. Melalui penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang berbasis mekanisasi, presisi, dan pendekatan korporasi, pemerintah optimistis produktivitas padi nasional mampu melampaui angka 10 ton per hektare.

“Proyeksi FAO serta USDA memberikan gambaran mengenai kondisi produksi beras global dan regional, sementara peningkatan produksi domestik menjadi salah satu instrumen Indonesia dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat,” pungkas Mentan Amran.

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment