Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Briton English Education di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Kerja sama strategis ini berfokus pada pembentukan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Murakata Student Learning and Support Centre (MSLSC) yang ditargetkan meluncur antara akhir September hingga November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, menjelaskan bahwa LKP MSLSC dirancang sebagai Center of Excellence (CoE) untuk pengimbasan ke sekolah dasar. Langkah ini merupakan penyiapan tata kelola penerapan kurikulum Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) guna menyambut diberlakukannya kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028 sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Selain melibatkan Cambridge dalam penjaminan mutu pembelajaran, LKP MSLSC yang merupakan proyek perubahan Diklatpim II ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pendidikan. Sejumlah daerah bahkan telah menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan kerja guna mempelajari skema inovasi tersebut.
Melalui kemitraan ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah berkomitmen memelopori akselerasi dan transformasi pembelajaran Bahasa Inggris berstandar internasional. Inovasi kelembagaan ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam hal kesiapan daerah mengimplementasikan tata kelola pendidikan yang adaptif dan bermutu.








