Tanah Bumbu, Peloporkalimantan – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanganan stunting melalui langkah pembinaan berkelanjutan Tim Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Tanah Bumbu menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 yang dilaksanakan secara marathon di 12 kecamatan sejak 18 hingga 20 Agustus 2026
Kegiatan Monev yang melibatkan lintas SKPD, Puskesmas, Balai Penyuluh KB, hingga pendamping desa ini diawali di Aula Kecamatan Simpang Empat Kepala Bidang PPM Bappedalitbang Tanah Bumbu, Sri Rahayu, menjelaskan bahwa agenda ini difokuskan untuk mengevaluasi pelaporan kinerja Web Aksi Bina Bangda sekaligus mematangkan rencana kerja intervensi pada semester II
Dalam evaluasi 14 indikator intervensi spesifik, beberapa wilayah kerja puskesmas seperti Pulau Tanjung, Karang Bintang, dan Batulicin 1 dicatat masih membutuhkan dorongan intervensi tambahan Sementara itu, wilayah Puskesmas Mantewe dan Simpang Empat dinilai cukup berhasil dalam menekan angka prevalensi stunting di daerahnya
Sejumlah capaian intervensi tercatat berhasil melampaui target nasional, di antaranya skrining anemia remaja putri yang menembus angka 97,81 persen serta pemberian MP-ASI usia 6-23 bulan yang mencapai 92,71 persen Kendati demikian, Pemkab Tanah Bumbu terus memacu pemenuhan indikator yang masih di bawah target seperti konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil KEK
Pemerintah kecamatan kini diwajibkan mengorkestrasi 31 indikator intervensi spesifik dan sensitif secara terpadu di wilayah masing-masing Penguatan tata kelola input data pada platform digital serta sinkronisasi program diharapkan dapat mempercepat terwujudnya target Tanah Bumbu bebas stunting








