Tingkatkan Kapasitas Garda Terdepan, Dinkes Banjarbaru Latih Kader Posyandu Mahir Skrining Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kader Posyandu guna mendongkrak kapasitas performa garda terdepan kesehatan. Agenda pelatihan intensif yang berlangsung selama dua hari tersebut dihelat di Aula Dinkes Kota Banjarbaru sejak Selasa (23/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026).

Banjarbaru, Peloporkalimantan – Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, dengan diikuti oleh 20 perwakilan kader dari berbagai wilayah posyandu setempat. Langkah ini diambil mengingat peran vital para kader yang bersentuhan langsung dengan dinamika kesehatan warga di lingkungan rukun tetangga.

Fokus utama dari orientasi kali ini bertumpu pada peningkatan keterampilan praktis kader dalam melakukan deteksi dini atau skrining kesehatan dasar secara mandiri. Berbagai materi krusial diajarkan secara mendalam, mulai dari teknik skrining perilaku merokok, pemeriksaan kesehatan lansia (geriatri), hingga uji ketajaman penglihatan serta fungsi pendengaran warga.

Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang pelatihan, di mana semangat mereka memuncak saat memasuki sesi praktik langsung menggunakan alat peraga medis dasar. Melalui simulasi tersebut, para kader dilatih untuk lebih cekatan dan akurat dalam membaca indikator awal gangguan kesehatan masyarakat sebelum dirujuk ke puskesmas.

Meski acara berjalan interaktif dan sukses, pihak penyelenggara memberikan catatan evaluasi terkait kuota peserta yang dinilai masih sangat terbatas. Dr. Ani Rusmila menyayangkan bahwa keterbatasan dana operasional daerah membuat instansinya baru bisa menghadirkan sedikit perwakilan kader pada gelombang pelatihan kali ini.

Kendati demikian, Dinkes Banjarbaru menaruh harapan besar agar 20 perwakilan yang telah lulus pelatihan ini dapat menjadi mentor yang menularkan ilmunya kepada kader lain di wilayah masing-masing. Output jangka panjang dari orientasi ini adalah terciptanya standardisasi pelayanan posyandu yang selaras dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan demi mendongkrak derajat kesehatan publik.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar