Balangan, Peloporkalimantran – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi melakukan kunjungan kerja ke BPBD Balangan, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Tamu Kalak BPBD Balangan tersebut difokuskan pada sharing penyusunan dokumen Kajian Kebutuhan Pascabencana atau Jitupasna.
Rombongan BPBD HSU dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Lisa Arianti, dan diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, bersama Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta tim penyusun Jitupasna BPBD Balangan.
Lisa Arianti mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik penyusunan dokumen Jitupasna yang selama ini telah diterapkan BPBD Balangan.
“Kami datang belajar dan sharing. BPBD Balangan sudah berpengalaman menyusun Jitupasna yang komprehensif dan dijadikan dasar pengusulan bantuan pusat. Kami ingin menyerap metode pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan teknik penyajiannya,” ujarnya.
Ia berharap hasil kunjungan tersebut nantinya dapat diterapkan di BPBD HSU mengingat selama ini pihaknya belum memiliki dokumen Jitupasna.
“Kami sangat terbantu sekali, mudah-mudahan ke depan kami dapat menerapkannya di BPBD HSU,” pungkasnya.
Sementara itu, Rahmi menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai dokumen Jitupasna memiliki peran penting dalam percepatan pemulihan pascabencana.
“Dokumen Jitupasna adalah dokumen kunci untuk percepatan pemulihan pascabencana. Kalau datanya akurat dan sistematis, peluang bantuan pusat turun lebih besar,” ujarnya.
Menurut Rahmi, BPBD Balangan siap mendukung dan berbagi pengalaman agar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan semakin kuat dalam aspek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kami siap mendukung dan berbagi pengalaman agar kabupaten/kota di Kalsel makin kuat dalam aspek rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi teknis serta penyerahan contoh dokumen Jitupasna BPBD Balangan sebagai referensi.
Kedua BPBD juga sepakat membangun komunikasi lanjutan untuk pendampingan penyusunan dokumen apabila terjadi bencana di wilayah Hulu Sungai Utara.








