Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia di Banjarbaru Penuh Kebersamaan

Banjarbaru, Peloporkalimantan – Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmen terhadap pembangunan inklusif melalui peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Minggu (26/4/2026).

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menerima kunjungan anak-anak penyandang down syndrome bersama orang tua yang tergabung dalam PIK POTADS Kalimantan Selatan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut diwarnai interaksi langsung antara anak-anak dengan wali kota dan para tamu undangan, mulai dari berbincang, berfoto, hingga menampilkan berbagai kemampuan yang mereka miliki.

Dalam sambutannya, Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang tanpa diskriminasi.

“Untuk itu, kita semua harus menerima mereka dengan hati terbuka, memahami dengan empati, memberikan dukungan dengan tulus, dan mencintai tanpa syarat. Jika hal ini dapat kita lakukan bersama, saya yakin anak-anak akan tumbuh dengan percaya diri dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran komunitas PIK POTADS Kalimantan Selatan yang dinilai menjadi wadah penting bagi orang tua dalam saling berbagi pengalaman, sekaligus sumber kekuatan dan harapan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kota Banjarbaru Emy Larasati, Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru Erma Epiyana, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru, lanjut Lisa, akan terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk penyandang disabilitas, agar tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan ramah anak.

Kegiatan semakin meriah saat anak-anak menampilkan tarian dan mengajak wali kota serta tamu undangan untuk ikut menari bersama, menciptakan suasana penuh keakraban.

Selain itu, momen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog, di mana para orang tua menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, serta kebutuhan dalam mendampingi anak-anak mereka.

Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada penyandang disabilitas di Kota Banjarbaru.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar