Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Pelatihan Transformasional Kepemimpinan Pendidikan dan Strategi Pembelajaran Berdampak resmi ditutup di Barabai, Sabtu (25/4/2026), dengan penekanan pada pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di sekolah.
Kegiatan bertajuk Leading With Trust, Teaching with Impact tersebut ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, setelah berlangsung selama enam hari sejak 20 April 2026 di Aula Hotel Darul Istiqamah.
Dalam sambutannya, Muhammad Anhar menegaskan bahwa transformasi pendidikan saat ini tidak lagi berfokus pada aspek administratif semata, melainkan pada dampak nyata terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.
“Transformasi pendidikan saat ini menuntut perubahan paradigma menuju penciptaan dampak nyata terhadap pembelajaran murid,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Chief Technology Officer Lentera Reformasi Edukasi, Ryan Oktapratama, yang memberikan lima materi utama, yakni Energy and Calling as a Teacher, Reframing Teaching, High-Impact Teaching Strategies, Smart Teaching in AI Era, serta Simulation and Practice.
Menurut Anhar, seorang pemimpin pendidikan tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi, tetapi juga membangun kepercayaan, budaya kolaboratif, serta efektivitas kerja tim di lingkungan sekolah.
Ia juga menekankan bahwa guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada murid dan mampu mendorong perubahan perilaku positif.
“Para guru dituntut mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menghasilkan dampak nyata,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan perangkat konkret berupa School Impact Plan dan Action Plan yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Sementara itu, Ryan Oktapratama menyoroti pentingnya penerapan konsep servant leadership dalam kepemimpinan pendidikan guna meningkatkan kinerja institusi.
“Hal ini tentang bagaimana pemimpin bisa menerapkan Servant Leadership untuk meningkatkan kinerja institusi pendidikan,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Dinas Pendidikan HST berharap para guru dan kepala sekolah dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di daerah.









