Balangan, Peloporkalimantan – Dalam upaya meminimalkan risiko dan dampak bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan menggelar sosialisasi edukatif bertajuk “Warga Cerdas Tanggap Bencana” bagi warga dan pelajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis serta keterampilan teknis dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari bencana banjir, tanah longsor, hingga kebakaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, mengatakan sosialisasi ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami tanda-tanda awal bencana serta langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi identifikasi risiko, yakni cara membaca potensi bahaya di wilayah masing-masing. Selain itu, juga dikenalkan prosedur evakuasi, termasuk jalur aman dan titik kumpul guna meminimalkan korban saat terjadi bencana.
Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi mandiri berupa praktik penanganan awal, seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), guna membangun respons cepat dan tepat dalam kondisi darurat.
Menurut Jumaidil, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam penanggulangan bencana.
“Kami ingin membangun budaya sadar bencana, sehingga masyarakat tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Balangan berharap kemampuan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat, sekaligus memperkuat koordinasi dan solidaritas antarwarga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.








