Fundamental Ekonomi Dinilai Kuat, Rupiah Tahan Tekanan Global

Nasional, Peloporkalimantan – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan ketahanan nilai tukar rupiah terhadap berbagai guncangan global hingga saat ini masih tergolong baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu sekaligus menanggapi anggapan bahwa rupiah melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

“Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, setiap perang rupiah hanya terdepresi sekitar 0,3 persen. Jadi sebetulnya daya tahan kita bagus,” kata Purbaya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, penilaian bahwa rupiah berada dalam kondisi buruk tidak mencerminkan situasi sebenarnya. Ia menegaskan para pelaku pasar yang benar-benar menanamkan investasi justru masih menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Purbaya mencontohkan indikator risiko negara seperti Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang masih relatif stabil. Selain itu, spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury juga hanya mengalami perubahan kecil.

“Kalau kita lihat CDS Indonesia lima tahun masih relatif stabil. Spread SBN terhadap treasury pada Januari sekitar 240 basis poin, sekarang sekitar 243 basis poin. Kenaikannya sangat terbatas,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan investor asing masih menaruh kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Selain itu, data arus modal juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Pada Maret tercatat terjadi arus keluar pada SBN sekitar Rp0,7 triliun, namun di sisi lain terdapat arus masuk ke instrumen SRBI sekitar Rp2,2 triliun serta inflow di pasar saham sekitar Rp2,2 triliun.

“Artinya setelah berbagai guncangan, pada Maret masih ada dana yang masuk. Investor percaya bahwa fondasi ekonomi kita cukup kuat,” pungkas Purbaya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar