Hulu Sungai Tengah, Peloporkalimantan – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Bulau Luar, Kecamatan Barabai Utara, Kamis (5/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di HST tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.55 WITA saat sebagian warga tengah berbuka puasa. Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga di kawasan permukiman tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, Ahmad Fathoni, menjelaskan sedikitnya lima rumah terdampak kebakaran.
“Kebakaran menghanguskan empat rumah 100 persen dan satu rumah rusak sekitar 30 persen,” ujarnya.
Empat rumah yang terbakar total masing-masing milik Sajidin, Hj. Erna, Ardi, dan Barsah. Sementara rumah milik Rahmat Khairi mengalami kerusakan sekitar 30 persen, namun dokumen penting milik pemilik rumah berhasil diselamatkan.
Fathoni menambahkan dua dari rumah yang terbakar merupakan rumah kontrakan dan saat kejadian dalam kondisi kosong. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok kepada para korban, seperti beras, sarden, minyak goreng, gula, dan mi instan.
Selain itu, korban yang rumahnya terbakar total juga menerima bantuan berupa kasur, tenda gulung, family kit, serta perlengkapan dapur untuk menunjang kebutuhan sementara.
Bupati Samsul Rizal menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Bulau Luar. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Pemkab akan terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” katanya.
Ia juga berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut serta dapat segera bangkit dari musibah yang dialami.
Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan berbagai unsur terkait, relawan, serta aparat setempat sebagai bentuk sinergi sosial dalam membantu warga terdampak bencana.









